AHY: Kader Demokrat NTT Hindari Perpecahan Internal

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 18:57 WIB
Ketua DPD Demokrat NTT Periode 2016-2021, Jefri Riwu Kore memberikan sambutan saat Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Demokrat NTT, Jum'at, (15/10) di Hotel Aston Kupang.
Ketua DPD Demokrat NTT Periode 2016-2021, Jefri Riwu Kore memberikan sambutan saat Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Demokrat NTT, Jum'at, (15/10) di Hotel Aston Kupang.

Kekson Salukh

 

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudoyono (AHY) meminta seluruh kader Demokrat di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta untuk menghindari perpecahan di internal partai.

Menurut AHY, tantangan kader Demokrat saat ini berasal dari luar, sehingga kader Demokrat tidak boleh terpecah belah di dalam internal. Tetapi harus bersatu, dan mengumpulkan kekuatan untuk melawan oknum yang ingin menghancurkan Demokrat.

"Kita ingin sukses bersama, karena itu, saya berharap kita merapatkan barisan untuk menghadapi ancaman di luar, mereka yang ingin menghancurkan eksistensi Partai Demokrat harus kita lawan bersama," tegas AHY dalam sambutannya pada Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Demokrat NTT, Jum'at, (15/10) di Hotel Aston Kupang.

Turut hadir, Anggota DPR RI, Anita Jacoba Gah, dan Beny Kabur Harman, Ketua DPD Demokrat NTT, Jefri Riwu Kore, Sekretaris DPD Demokrat NTT, Ferdinand Leu, dan seluruh Ketua DPC Demokrat di NTT bersama pengurus.

Lanjut AHY, kompetisi politik semakin sulit dan sengit di tahun 2024, sehingga kader Demokrat tidak boleh menghabiskan waktu, energi dan pikiran untuk menghadapi sesuatu yang seharusnya bisa dihindari yaitu perpecahan internal, karena semua kader Demokrat mempunyai tanggungjawab bersama  untuk menjaga Demokrat.

Forum Musda IV Demokrat NTT, kata AHY, merupakan forum konsolidasi dan harmonisasi dan rekonsiliasi, dan momen yang fundamental dalam rangka membangun partai agar semakin solid dan militan untuk memenangkan perjuangan dalam kompetisi politik pada tahun 2024.

Sosok yang akrab disapa AHY ini berharap, Musda di NTT bisa berjalan dengan lancar digelar dengan demokratis dan bermartabat. "Siapapun yang terpilih nanti, itu berarti beliau adalah kader terbaik di Demokrat NTT. Hasil keputusan itu harus diterima dengan saling menghargai dan menghormati dan saling melengkapi karena Demokrat merupakan keluarga besar," pintanya.

Ia menambahkan, covid-19 merupakan bahaya yang dihadapi sekarang masyarakat, Demokrat harus memberikan sumbangsih untuk keluar dari ancaman ini. Demokrat bangkit, semoga ke depan, Demokrat mempunyai posisi yang utama di 2024.

Demisioner Ketua DPD Demokrat NTT, Jefri Riwu Kore mengatakan, sejak menit pertama gerakan KLB Moeldoko dimulai, DPD Demokrat NTT sudah membuktikan loyalitas  pada ketua umum AHY dan kepengurusan partai demokrat yang sah. Hingga hari ini DPD Demokrat NTT dan semua DPC kabupaten/kota hingga jenjang kepengurusan tingkat ranting Solid bersama ketum AHY.

Walikota Kupang itu menegaskan bahwa tidak ada ruang kompromi sedikitpun bagi anazir-anazir Moeldoko untuk menggerogoti partai Demokrat yang mereka cintai. DPD Demokrat NTT berkomitmen sepenuh hati untuk terus mendukung kepemimpinan Ketum AHY dan Kepengurusan Demokrat  yang sah dalam semua dimensi perjuangan melawan Moeldoko dan siapapun yang mengancam partai berlambang mercy itu.

"Apa yang telah kami kerjakan selama 5 tahun periode kepemimpinan ini terang benderang diketahui oleh semua aparat organisasi, baik kelebihan maupun kekurangannya, dan Musda IV memiliki kewenangan konstitusional untuk memberikan penilaian kritis yang konstruktif, " tandasnya. (Yan/ol)

Editor: Administrator

Terkini

Candi Borobudur Diinisiasi Jadi Wisata Akhir Pekan

Minggu, 31 Juli 2022 | 18:45 WIB
X