Kepala BMKG Pusat: Salam Damai Natal Bagi Masyarakat NTT

- Rabu, 22 Desember 2021 | 23:08 WIB
IMG-20211222-WA0070
IMG-20211222-WA0070

Putra Bali Mula

 

Kepala BMKG Pusat, Dwikorita Karnawati, menyampaikan salam Natal dan Tahun Baru 2022 kepada Pemerintah Provinsi NTT dan juga untuk seluruh masyarakat NTT.

Dwikorita menyampaikan ini usai melaporkan suspek area potensi bibit siklon yang terpantau di perbatasan Laut Timor dan Laut Arafura, dalam konferensi pers secara daring pada Rabu ini (22/12).

Ia mengucapkan itu melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Ambrosius Kodo yang hadir secara virtual saat itu.

Ucapan itu ia sampaikan pertama-tama kepada Pemerintah Provinsi NTT yakni Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi.

"Salam hormat untuk Pak Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan memperingati Natal dan Tahun Baru," ujarnya.

Kemudian ia melanjutkan salam yang sama kepada masyarakat NTT yang merayakan dengan harapan Natal di provinsi paling selatan Indonesia ini dapat berlangsung dalam damai dengan kondisi yang kondusif.

"Juga salam untuk seluruh warga masyarakat di wilayah NTT, semoga semuanya aman dan damai dalam merayakan peringatan Natal nanti," tambah dia sambil tersenyum.

Sebelumnya pada kesempatan itu ia melaporkan analisa dinamika atmosfer pada Rabu (22/12) pukul 07.00 WIB, Jakarta Tropical Cyclone Warning Center mengidentifikasi adanya peningkatan potensi pola sirkulasi siklonal atau pola pusaran angin pada beberapa hari ke depan.

Aktivitas ini berpotensi menjadi suspek area potensi bibit siklon tropis di sekitar perbatasan wilayah Laut Timor dan Arafura atau sekitar perairan selatan Kepulauan Tanimbar periode dua hari ke depan seiring bertambah kecepatan angin.

Potensi pergerakannya adalah dari selatan ke arah barat daya menuju perairan Australia dalam 72 jam ke depan dengan terus menguat signifikan terutama pada Sabtu (25/12) dan Minggu (26/12).

Dwikorita menyebut apa yang dilaporkannya ini adalah terkait potensi terbentuknya bibit siklon yang nanti akan terjadi. Namun ia memastikan bibit ini hanya tumbuh di wilayah Indonesia dan terus keluar hingga ke Australia. Demikian bibit siklon ini tidak serupa dampaknya seperti Badai Seroja beberapa waktu lalu di NTT. (Yan/ol)

Editor: Administrator

Terkini

Ditje Bire Resmi jadi Kepsek SMAN 1 Sabu Tengah

Rabu, 5 Januari 2022 | 14:04 WIB

AHY: Kader Demokrat NTT Hindari Perpecahan Internal

Jumat, 15 Oktober 2021 | 18:57 WIB

1.020 Pelajar SMK Stela Maris Ikut Vaksinasi

Selasa, 14 September 2021 | 15:53 WIB
X