Target PAD Sektor Pariwisata Kabupaten Mabar Turun Rp10 Miliar

- Selasa, 11 Januari 2022 | 13:31 WIB
Kepala Dinas Pariwisata,Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat,Pius Baut. Foto:Gerasimos Satria vn
Kepala Dinas Pariwisata,Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat,Pius Baut. Foto:Gerasimos Satria vn

LABUAN BAJO,VICTORY NEWS-Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Pemkab Mabar) menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata pada Tahun 2022 sebesar Rp28,5 Miliar. Angka tersebut turun Rp10 miliar dibanding Tahun 2021 sebesar Rp38,5  miliar.

"Kami harus bekerja keras untuk mencapai target PAD sektor pariwisata. Kami sangat optimis untuk mencapai target PAD sebesar itu" Kata Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparkrafbud) Kabupaten Mabar, Pius Baut, di Labuan Bajo, Selasa (11/1/2022) siang.

Ia mengatakan, Disparkrafbud Kabupaten Manggarai Barat telah mempersiapkan sejumlah kegiatan untuk mendukung pencapaian target PAD. Salah satunya memaksimalkan potensi di setiap destinasi wisata di luar kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) yang didukung dengan pemasaran secara digital sehingga keberadaan destinasi di Manggarai Barat lebih dikenal masyarakat luas.

Baca Juga: Semalam, Lampu Lalu Lintas Bundaran El Tari Eror

Selama ini, capaian PAD terbesar sektor pariwisata berasal dari retribusi dari kawasan TNK. Tahun 2021, capaian PAD dari sektor pariwisata mencapai Rp2 miliar. Kunjungan wisatawan nusantara 57.205 kunjungan. Sehingga mampu mendapat PAD sektor pariwisata senilai Rp2 miliar.

Dirinya optimis Tahun 2022 tingginya kunjungan wisatawan nusantara akan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku wisata, jasa usaha pariwisata dan masyarakat sekitar objek wisata yang ada di wilayah Manggarai Barat.

"Sekarang ini belum ada kepastian terkait dengan Covid-19. Semua juga tergantung dengan situasi penyebaran Covid-19. Kalau ada penutupan lagi, maka akan berpengaruh terhadap pendapatan yang masuk. Tapi kami berharap semua normal sehingga pencapaian target bisa lebih optimal,” kata Pius Baut.

Baca Juga: Saat Divaksin, NIK 2000 Lebih Warga TTS Bermasalah

Disparkrafbud Kabupaten Mabar juga akan melaksanakan program pengembangan desa wisata. Salah satu hal penting yang masuk dalam pengembangan desa wisata tahun 2022 yakni digitalisasi desa wisata.


Program itu digalakkan untuk menjawab hasil survei bahwa 80 persen aktivitas wisatawan berada di kawasan TNK. Instansinya juga akan gencar mempromosikan destinasi wisata yang berada di luar kawasan TNK.

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Terkini

X