Tua Reta Lou, Tarian Perang di Ujung Bambu dari Kabupaten Sikka

- Jumat, 14 Januari 2022 | 14:32 WIB
Salah satu penari menggunakan perut bertumpu pada ujung bambu sambil bergerak memutar ke segala arah (Istimewa)
Salah satu penari menggunakan perut bertumpu pada ujung bambu sambil bergerak memutar ke segala arah (Istimewa)

MAUMERE, VICTORY NEWS- Tarian Tua Reta Lou, sebuah tarian perang dari Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur sangat unik. 

Tarian ini sudah berusia ratusan tahun, sejak generasi ke-10 turun suku Tana Uta Hewokloang  atau Hewokloang - Seusina Raya, meliputi kampung Hewokloang, He'o, dan Kewa-Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Tarian ini tetap lestari dari generasi ke generasi dan dipentaskan di berbagai daerah di Indonesia.

Tarian ini melambangkan jiwa ksatria dan mental pahlawan masyarakat Hewokloang kuno.

Tarian ini umumnya dibawakan oleh penari pria dan wanita dengan mengenakan busana perang ala orang Hewokloang yang disebut Ragi gaing.

"Jika ada keturunan mereka yang meninggal dunia, maka tarian Tua Reta Lou ini selalu dipentaskan," ujar Koordinator Sanggar Bliran Sina, Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang, Sikka, Yoseph Gervaius.

Selain dipentaskan di Sanggar Bliran Sina, tarian ini juga biasa dipentaskan dalam berbagai acara adat maupun festival kebudayaan.

Baca Juga: NTT akan Bangun 7 Pariwisata Estate Baru Tahun 2022

Halaman:

Editor: Beverly Rambu

Tags

Terkini

Zet Sonny Libing: Ada 1.305 Daya Tarik Wisata NTT

Rabu, 26 Januari 2022 | 17:26 WIB
X