Tua Reta Lou, Tarian Perang di Ujung Bambu dari Kabupaten Sikka

- Jumat, 14 Januari 2022 | 14:32 WIB
Salah satu penari menggunakan perut bertumpu pada ujung bambu sambil bergerak memutar ke segala arah (Istimewa)
Salah satu penari menggunakan perut bertumpu pada ujung bambu sambil bergerak memutar ke segala arah (Istimewa)

Penari akan diiringi dengan tabuhan irama gong waning dengan berbagai jenis pukulan yang menghasilkan bunyi mengiringi syarat gerakan dan hentakan kaki.

"Ketiga tarian tersebut berkaitan dengan ketangkasan perang yang wajib dimiliki oleh setiap laki-laki," ungkapnya.

Tarian Awi Alu menggambarkan latihan ketangkasan tubuh bagian bawah. Pada tahap ini para penari akan melompat di antara tongkat-tongkat kayu atau bambu yang dibenturkan oleh penari lain.

Baca Juga: Miris, Tak Ada Anggaran Dua Kapal Bantuan Kementrian PDT untuk Sikka Mubasir

"Tongkat yang beradu akan menghasilkan bunyi. Tarian Awi Alu ini menyerupai tari tongkat yang biasa dimainkan anak-anak Pramuka," jelasnya.

Ada juga Tarian Mage Mot. Tarian ini menunjukan ketangkasan tubuh bagian atas.  Tarian Awi Alu Tongkat, dimana tongkat atau bambu ditempatkan pada jarak 20-30 sentimeter di atas tanah lalu tongkat ditempatkan sejajar dengan leher.

Terakhir adalah keterampilan mengintai yang disajikan dalam bentuk tarian Tua Reta Lou dimana seorang penari pria lengkap dengan pedangnya akan manaiki sebuah tiang bambu

Si penari akan bertumpu pada ujung bambu dengan perutnya lalu berputar ke segala arah seperti sedang memantau keadaan. Sementara tiang bambu dipegang oleh beberapa penari pria dan wanita di bagian bawah.***

Halaman:

Editor: Beverly Rambu

Tags

Terkini

Ditje Bire Resmi jadi Kepsek SMAN 1 Sabu Tengah

Rabu, 5 Januari 2022 | 14:04 WIB

AHY: Kader Demokrat NTT Hindari Perpecahan Internal

Jumat, 15 Oktober 2021 | 18:57 WIB

1.020 Pelajar SMK Stela Maris Ikut Vaksinasi

Selasa, 14 September 2021 | 15:53 WIB
X