Tokoh Muda Lembata Tolak Ritual Hide Ili Berkedok Eksplorasi Budaya

- Sabtu, 29 Januari 2022 | 16:02 WIB
Tokoh Muda Lewuhala Aloysius Bagasi Halimaking. (VN/Hiero Bokilia)
Tokoh Muda Lewuhala Aloysius Bagasi Halimaking. (VN/Hiero Bokilia)

Ia juga menyorot pelibatan struktur masyarakat adat dalam Program Eksplorasi Budaya Lembata Tahun 2022 termasuk rekonsiliasi yang terpusat di Desa Jontona.

Dia memandang tujuan program itu baik adanya, namun dalam penerapannya, Pemerintah terkesan belum mengakui eksistensi masyarakat adat dan gagal paham karena tidak memiliki data yang utuh dan valid.

Hal ini, kata Aloysius, masyarakat adat menjadi sasaran Program Eksplorasi Budaya Lembata 2022, namun peran lebih besar diambil oleh pemerintah desa.

Baca Juga: Gedung Baru Jamkrida Akan Dinamai Gedung Biru Jamkrida

Pemerintah desa menempatkan masyarakat adat hanya semata-mata sebagai masyarakat desa.

Padahal, urainya, disisi lain, masyarakat adat mengakui eksitensi dan mendukung pemerintahan desa.

"Orang-orang yang terpilih dan menempati posisi tertentu dalam Pemeritah Desa juga merupakan masyarakat adat, yang dalam urusan dengan ritual adat, mengikuti alur struktur masyarakat adat. Kepala desa dan struktur pemerintah desa bukan pemimpin masyarakat adat," tegasnya

Baca Juga: Calon Jamaah Haji NTT Bisa Menunggu Hingga 23 Tahun

Selain itu, pemegang kuasa kepemimpinan masyarakat adat Lewuhala, juga meminta pemerintah Kabupaten Lembata untuk memperhatikan keutuhan wilayah adat Lewuhala, yang secara administrasi pemerintahan, desa-desa yang berada dalam wilayah adat Lewuhala dibagi ke dalam dua kecamatan, masing-masing enam desa berada di Kecamatan Ile Ape dan dua desa lainnya masuk wilayah administrasi Kecamatan Ile Ape Timur.

Desa Jontona, Kecamatan Ile Ape Timur, adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam kesatuan wilayah masyarakat adat Lewuhala.

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X