Tokoh Muda Lembata Tolak Ritual Hide Ili Berkedok Eksplorasi Budaya

- Sabtu, 29 Januari 2022 | 16:02 WIB
Tokoh Muda Lewuhala Aloysius Bagasi Halimaking. (VN/Hiero Bokilia)
Tokoh Muda Lewuhala Aloysius Bagasi Halimaking. (VN/Hiero Bokilia)

Namun dalam pemerintahan modern, Jontona yang sebagai pusat peradaban masyarakat adat Lewuhala dipisah lepas dari wilayah Lewuhala lainnya.

Baca Juga: Baru Awal Tahun, DBD di Ngada Capai 18 Kasus, 1 Pasien Meninggal Dunia

“Pemisahan ini, memperlemah hubungan emosional antar sesama keturunan Lewuhala. Dalam pelaksanaan ritual adat, Jontona seakan-akan melakukan ritual adat terpisah dari kampung lain dalam wilayah adat Lewuhala yang berada dalam wilayah Pemerintahan Kecamatan Ile Ape. Leluhur Lewuhala pasti bertanya di mana anak keturunannya yang lain, karena dalam ritual adat yang dibutukan adalah kebersamaan dan ketulusan,” katanya.

Untuk itu, ua meminta pemerintah agar melihat kembali jadwal dan keterlibatan komunitas adat Lewuhala sebelum melakukan ritual di Desa Jontona. Lewuhala tidak bisa dipisahkan dalam urusan ritual.

Karenanya, ia lalu menyodorkan data, bahwa masyarakat adat Lewuhala tersebar di beberapa kecamatan yakni, Ile Ape Timur, Ile Ape dan Lebatukan bahkan di Sagu Kecamatan Adonara, Flores Timur.

Ia meminta Bupati Lembata Thomas Ola Langodai, agar dalam melaksanakan kegiatan budaya mesti dilakukan dengan cara-cara yang berbudaya sesuai warisan leluhur nenek moyang agar tidak dinilai gagal paham atau tidak berbudaya dalam melaksanakan adat dan budaya.***

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X