DPRD NTT Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Masalah di Bowosie, Manggarai Barat

- Senin, 9 Mei 2022 | 20:41 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPRD NTT Ana Waha Kolin saat berdialog dengan massa AMPB, Senin, (9/5/2022) siang di ruang komisi. (victorynews.id/Kekson Salukh)
Wakil Ketua Komisi I DPRD NTT Ana Waha Kolin saat berdialog dengan massa AMPB, Senin, (9/5/2022) siang di ruang komisi. (victorynews.id/Kekson Salukh)

KUPANG, VICTORYNEWS - Aliansi Mahasiswa Manggarai Peduli Bowosie (AMPB), Manggarai Barat, NTT menggelar aksi demontrasi di DPRD NTT, Senin (9/5/2022) siang.

Aksi yang dikoordinir Hargensisus Yen menemui DPRD NTT untuk menyampaikan aspirasi terkait penolakan terhadap pembangunan yang dilakukan Badan Otorita Pariwisata Labuan-Flores (BOP- LBF) di Hutan Bowosie, Kabupaten Manggarai Barat.

Mahasiswa juga meminta Polda NTT menarik seluruh aparat keamanan yang mengawal pembangunan di Bowosie, dan hentikan tindakan intimidasi dan kriminalisasi terhadap rakyat yang berjuang.

Baca Juga: Hotel di Labuan Bajo Harus Sajikan Produk Lokal Masyarakat Mabar

Menurut AMPB, kehadiran BPOLBF sangat ditentang oleh masyarakat Manggarai Barat, terkhusunya masyarakat Racang Buka.

Lantaran, penggusuran lahan masyarakat mendapat perlawanan yang serius, sebab penggusuran bukan saja dilakukan dalam kawasan yang ditetapkan oleh BOPLBF, namun juga di luar dari kawasan tersebut.

"Penggusuran yang telah dilakukan memberikan kerugian bagi rakyat, kebun, pohon dan tanaman rakyat mengalami kerusakan dan beban bagi rakyat, " kata Hargensisus dalam penyataan sikap yang dibacakan di depan Wakil Ketua Komisi I DPRD NTT, Ana Waha Kolin.

Baca Juga: Tersangka Ira Ura Ajukan Praperadilan, Kabid Humas Polda NTT : Tidak Ada Persoalan

Mereka juga meminta DPRD NTT mendukung penghentian sementara seluruh aktivitas pembangunan di Hutan Bowosie sebelum adanya penyelesain bersama masyarakat.

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X