'Etu', Warisan Budaya Nagekeo Yang Tak Lekang Oleh Zaman, Penentu Hasil Panen

- Selasa, 21 Juni 2022 | 05:00 WIB
Dua petarung saat bertanding dalam Etu atau tinju adat yang digelar di Kampung Adat Boawae, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, NTT.  (victorynews.id/Bernard Sapu)
Dua petarung saat bertanding dalam Etu atau tinju adat yang digelar di Kampung Adat Boawae, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, NTT. (victorynews.id/Bernard Sapu)

MBAY, VICTORYNEWS - Puluhan orang berduyun-duyun menuju Kampung Adat Boawae, Kabupaten Nagekeo, NTT, Sabtu (18/6/2022) siang itu.

Ada yang berjalan kaki, ada yang menggunakan kendaraan roda dua, dan ada yang menggunakan kendaraan roda empat.

Mereka datang dari kampung-kampung sekitar Kampung adat Boawae, ada yang dri Ibu Kota Kabupaten Nagekeo, Mbay.

Baca Juga: 24 Peserta Bersaing Jadi Anggota Komisioner KPID NTT 2022-2025

Bahkan ada pula yang datang dari Kabupaten Ngada maupun Kabupaten Ende.

Mereka datang untuk menyaksikan sebuah pertandingan tinju tradisional yang sudah turun temurun digelar di wilayah Nagekeo.

Bagi Orang Nagekeo, tinju tradisional itu dikenal dengan nama 'Etu' atau tinju adat.

Baca Juga: Kapolri : Bakti Religi dan Bansos Tingkatkan Nilai Toleransi di Indonesia

Pertandingan Etu mirip dengan tinju konvensional, namun hanya digelar pada musim panen bagi orang Nagekeo, yaitu Juni hingga Juli.

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X