Demi Kelestarian Satwa Komodo, KLHK Kaji Pembatasan Kuota Pengunjung Taman Nasional Komodo

- Senin, 27 Juni 2022 | 14:24 WIB
Wakil Menteri LHK Alue Dohong bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar konferensi pers, Senin (27/6/2022). (Dok. Biro APIP NTT)
Wakil Menteri LHK Alue Dohong bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar konferensi pers, Senin (27/6/2022). (Dok. Biro APIP NTT)

Seperti penambahan jumlah pos di area trekking, sarana sanitasi dan MCK, safety trekking seperti tali, jumlah ranger serta tenaga medis atau ruang khusus untuk kesehatan.

Satwa komodo merupakan salah satu warisan alam dunia yang memiliki Outstanding Universal Value (OUV) tinggi.

Baca Juga: Laporan Hanya Dicatat, Keluarga Lambertus Sau Kecewa dengan Polda NTT

Oleh karena itu, kelestariannya perlu dijaga, baik kelestarian ekosistem maupun kelestarian satwa itu sendiri melalui pembatasan kunjungan wisata alam di Taman Nasional Komodo yang trend-nya cenderung meningkat.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menekankan pentingnya pemberlakukan pembatasan kuota pengunjung di Taman Nasional Komodo demi menjaga kelestarian populasi biawak komodo. 

"Perlu diatur jumlah maksimum yang dapat ditampung agar tidak berdampak pada kelestarian satwa komodo," ujar Wakil Menteri LHK Alue Dohong pada konferensi pers yang digelar bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Senin (27/6/2022).

Baca Juga: Wakil Bupati Kupang Dorong Mahasiswa Pascasarjana IAKN Kupang Terapkan Kehidupan Sosial di Tengah Masyarakat

Lanjut Alue, pengaturan pengunjung dengan sistem pembatasan pengunjung atau kuota pengunjung ini tentunya dimaksudkan untuk meminimalisir dampak negatif kegiatan wisata alam terhadap kelestarian populasi biawak Komodo dan satwa liar lainnya.

"Kita harus mempertahankan kelestarian ekosistem di Komodo">Pulau Komodo dan Pulau Padar pada khususnya, serta untuk menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung serta petugas selama beraktivitas di Taman Nasional Komodo," jelas Wakil Menteri LHK.

Wakil Menteri Alue berujar untuk mengetahui batas maksimal pengunjung diperlukan kajian daya dukung daya tampung wisata (DD DTW) di Taman Nasional Komodo sebagai dasar penentuan kuota. 

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BPKP NTT Siap Kawal PT Flobamor Dalam Pengelolaan TNK

Kamis, 15 September 2022 | 17:40 WIB

HEBOH! Bule Ikut Panjat Pinang di Pantai Kuta Bali

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 13:52 WIB
X