Masuk TNK Rp3.750.000, Gubernur NTT : Pada Akhirnya Komodo Bisa Dijadikan Sate

- Selasa, 12 Juli 2022 | 16:29 WIB
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan pada acara pelantikan Ketua umum Kadin NTT Bobby Liyanto dan jajaran di Aula El Tari pada Senin (11/7/2022).
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan pada acara pelantikan Ketua umum Kadin NTT Bobby Liyanto dan jajaran di Aula El Tari pada Senin (11/7/2022).

KUPANG, VICTORYNEWS - Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, biaya masuk di Taman Nasional Komodo (TNK) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat sebesar Rp3.750.000 untuk menjaga ekosistem keaslian hewan purba itu. 

Gubernur NTT mengatakan, dengan biaya yang baru ini tentunya tidak semua wisatawan bisa masuk melihat komodo dan bebas memberi makanan di TNK seperti yang terjadi selama ini. 

Gubernur NTT mengungkapkan, peluncuran sistem manejemen terintegrasi itu mulai berlaku akhir Juli 2022.

Baca Juga: Pembatasan Jumlah Kunjungan di TNK Hanya untuk Pulau Padar dan Pulau Komodo

Khusus pelaku bisnis wisata yang sudah terlanjur menjual tiket masuk ke TNK dengan harga yang tidak sesuai, Pemprov NTT memberikan toleransi hingga Desember 2022. 

Namun, setelah Januari 2023, tidak ada lagi toleransi apapun. Bagi wisatawan yang memiliki biaya yang cukup akan diarahkan menuju Pulau Rinca.

"Sebagai Gubernur NTT, saya mau tegaskan bahwa semua turis yang memenuhi syarat masuk TNK boleh melihat komodo. Tetapi, tidak ada lagi wisatawan memberi makan Komodo seperti saat ini di TNK," tandas Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat menghadiri acara pelantikan Ketua umum Kadin NTT Bobby Liyanto di Aula El Tari, Senin, (11/7/2022).

Baca Juga: Konservasi Komodo, Menparekraf : Semakin Lestari Semakin Mensejahterakan

Dia mengatakan, alasannya agar komodo yang hidup di TNK akan biarkan luar seperti ciri khas hewan purba pada umumnya yang ganas dan menakutkan. 

"Sebab Komodo yang hidup di TNK akan dibiarkan liar seperti ciri khas binatang purba itu pada waktu dulu. Karena kalau wisatawan dibiarkan memberi makan Komodo, maka binatang itu tidak lebih daripada binatang piaraan. Sehingga Komodo itu dibiarkan kehilangan keliaran dan keganasannya," ungkapnya. 

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wisata Unik, Maladewa Jadi Rumah Hiu Macan

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 17:29 WIB
X