Pasar Tradisional Atambua Terapkan Social dan Physical Distancing

berbagi di:
img-20200518-wa0014

Situasi pasar tradisional Atambua, Senin (18/5). Foto: Muti/VN

 

 

Mutiara Malahere

Pemerintah Kabupaten Belu melalui Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menerapkan social distancing dan physical distancing terhadap pedagang Pasar Tradisional Atambua, Senin (18/5).

Pantauan VN, Satpol PP, Dinas Perindag, Dinas Perhubungan, Polres Belu dan Kodim 1605/Belu melakukan pengaturan terhadap arus lalu lintas dari arah Pramuka ke arah Jalan IJ. Kasimo serta menutup arus lalu lintas dari jalan Fetor Lidak menuju Jalan Adam Malik.

Para pedagang diarahkan menempati  ruas jalan Adam Malik dengan sistem catur dan tetap menjaga jarak antara satu dengan lainnya.

Salah satu pedagang, Maria Soares mengatakan hari ini suasananya terasa berbeda dari biasanya karena letak lapak jualan para pedagang diatur dengan jarak 1,5 meter di badan jalan.

“Lebih rapi dan kendaraan lewat jalur lain sehingga kami tidak merasa terganggu dengan aktivitas kendaraan yang melintas,” ungkap Maria.

Kasat Pol PP, Aloysius Fahik mengatakan pihaknya berusaha mengutamakan para pedagang pasar agar selalu menjaga jarak saat berjualan dan tertib menggunakan masker.

Aloysius menambahkan pemberlakuan jaga jarak bagi pedagang berlaku selama 12 jam mulai pukul 06.00 wita hingga pukul 18.00 wita dan mulai uji coba selama 7 hari ke depan.

“Nanti kami akan melakukan evaluasi terkait kegiatan hari ini. Jika efektif maka akan terus berlanjut selama masih ada Covid-19,” jelas Aloysius.

Sekretaris Dinas Perhubungan, Sixtus Robert Parera mengatakan pihaknya melakukan pengaturan arus kendaraan yang melintas sehingga tidak menimbulkan kemacetan di dalam lokasi Pasar Tradisional Atambua.

img-20200518-wa0013

“Sebenarnya lokasi pasar tidak macet namun masih banyak kendaraan angkutan umum, pick up dan motor ojek serta kendaraan besar yang melakukan bongkar muat barang dagangan di badan jalan sehingga kerapkali menimbulkan kemacetan pada jalur komplek pasar,” ungkap Sixtus.

Selain mengatur arus lalulintas kendaraan, pihaknya juga mensosialisasikan fungsi rambu lalu lintas yang terdapat di sejumlah titik kompleks Pasar Tradisional Atambua untuk para sopir kendaraan umum agar merek lebih tertib.

Pihaknya bersama Polres Belu dan Kodim 1605 juga memberi teguran bagi masyarakat yang hendak berbelanja di Pasar Baru untuk wajib menggunakan masker.

“Kami mencegah penyebaran Covid-19 dengan mewajibkan masyarakat yang datang berbelanja di pasar untuk menggunakan masker dan jika tidak kami menyuruh pulang dan memakai masker barulah memasuki area pasar baru,” jelasnya.

Pasi Tertitorial Kodim 1605/Belu Kapten I Nyoman Suaste mengatakan pihaknya berupaya mencegah penyebaran Covid-19 dan terus mengimbau masyarakat melaksanakan protokoler kesehatan salah satunya wajib memakai masker dan selalu mencuci tangan dengan menggunakan sabun.

“Jika masyarakat tertib melaksanakan protokoler kesehatan dengan menjaga jarak, mengunakan masker, serta mencuci tangan dengan sabun maka semakin mudah semua bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19,” ucap Nyoman. (bev/ol)