Pasca Badai, 90 Persen ATM Bank NTT Sudah Beroperasii

berbagi di:
img-20210408-wa0116

 

 

 


Putra Bali Mula

Direktur Utama Bank NTT Alex Riwu Kaho dalam laporannya kepada Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT I Nyoman Ariawan Atmaja menyebut 284 mesin ATM milik Bank NTT telah 90 persen normal.

Hal ini disampaikan saat Bank Indonesia mengunjungi Bank NTT, Kamis (8/4).

Alex mengatakan operasional kantor maupun mesin ATM Bank NTT sudah dapat berjalan normal setelah pada 5 April lalu beroperasi secara terbatas.

“Pada tanggal 6 sudah beraktivitas normal. Unit-unit di seluruh NTT dan memang belum optimal seperti di Sabu karena dirusak badai, Naikliu yang sebelumnya terkendala juga sudah berjalan normal,” kata Alex.

Khusus untuk layanan mesin ATM dari 284 mesin ATM telah 90 persennya normal beroperasi. ATM lainnya memang dalam masa perawatan sejak sebelum terjadi bencana alam sehingga tidak beroperasi.

Namun, ia menekankan antrean di mesin ATM dapat dihindari para nasabah dengan menggunakan transaksi digital yang disediakan oleh Bank NTT apalagi saat ini NTT belum lepas dari kondisi pendemi.

“Ini yang perlu disosialisasikan untuk penggunaan layanan sehat seperti mobile banking,” ujar Alex.

Untuk diketahui, tiga hari pasca badai Siklon Tropis Seroja mesin ATM tidak beroperasi karena listrik yang padam. Jaringan dan tiang listrik di Kota Kupang khususnya seluruhnya hancur karena badai tersebut.

Kepala Bank Indonesia, I Nyoman Ariawan Atmaja, menyampaikan 23 kantor bank utama di NTT telah beroperasi. Ada pula yang 23 bank di NTT beroperasi menggunakan genzet dan BBM menjadi kebutuhan utama.

BI NTT dan Bank NTT juga telah menyerahkan sejumlah bantuan langsung berupa sembako di daerah-daerah terdampak. Nantinya bantuan sembako dan air bersih akan berlanjut untuk korban di Adonara dan Lembata.

“Himpunan BUMN juga sudah merencanakan dan memutuskan untuk membantu korban bencana,” kata Nyoman. (bev/ol)