Pasien Sembuh Bertambah 15 Orang

berbagi di:
obat-covid-19

 

 

 

Pasienj Covid-19 yang dinyatakan sembuh dalam 24 jam terakhir bertambah 15 orang sehingga total angka kesembuhan hingga Kamis (19/11) mencapai 146 orang. Selain kota Kupang, empat wilayah lainnya juga menambah pasien yang dinyatakan sembuh.

“Dari data yang telah diterima ada penambahan pasien positif Covid-19 1 orang di Kota Kupang, usia 52 tahun dari klaster transmisi lokal. Sedangkan pasien yang sembuh 15 orang,” beber Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji, tadi malam.

Dia menjelaskan, dengan penambahan pasien sembuh ini maka totalnya menjadi 146 Orang, meninggal 11 orang, konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 317 orang (bertambah 1 orang), dan yang masih menjalani perawatan sebanyak 160 orang (Berkurang 14 orang,8
“Sementara itu, hingga Kamis (19/11) pelaku perjalanan pada November sebanyak 2.547 orang, suspek sebanyak 440 orang,7 dirawat sebanyak 4 orang, sembuh sebanyak 430 orang dan meninggal dunia sebanyak 6 orang. Sedangkan kontak erat sebanyak 670 orang,

Masih dipantau sebanyak 9 orang dan selesai dipantau sebanyak 661 orang.
Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi NTT David Mandala kepada VN, mengatakan, dari pemeriksaan sampel swab pada Kamis (19/11) ditemukan 13 kasus baru pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Kasus baru ini, lanjut dia, berasal dari dua wilayah yakni Kota Kupang 1 kasus dan Kabupaten Lembata 12 kasus. Sementara pasien sembuh sebanyak 21 orang yang berasal dari 15 orang di Kota Kupang, Sumba Tengah 2 orang, Manggarai 1 orang, Nagekeo 1 orang77 dan Rote Ndao 2 orang

“Di Kota Kupang 1 orang perempuan berusia 52 tahun dari transmisi lokal dan kabupaten lembata 12 orang dari kluster transmisi lokal berusia 4 tahun, 28, 39, 7, 13, 24, 29, 35, 36, 37, 41 dan 81 tahun,” ujarnya.

“Dengan demikian maka eskalasi perkembangan Covid-19 di Provinsi NTT hingga kemarin mencapai 923 orang positif terjangkit. Dari jumlah tersebut 647 orang dinyatakan sembuh dari virus berbahaya ini dan 17 orang meninggal dunia, serta 259 orang masih persewñn dan karantina mandiri,” pungkasnya. (mg-21/S-1)