PDP di Mabar Meninggal karena Radang Otak

berbagi di:
foto-hal-01-kadis-kesehatan-dominggus-minggu-mere00

 

 

 
Stef Kosat

Satu pasien dalam pengawasan (PDP) covid-19 yang dirawat di RSUD Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), meninggal dunia. Meninggalnya PDP tersebut bukan murni akibat covid-19 melainkan karena radang otak.

Demikian penjelasan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi NTT Dominikus Minggu Mere menjawab VN di Posko Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 kantor Dinkes NTT, Rabu (25/3).

Domi mengatakan, berdasarkan teleconference dengan Kadis Kesehatan Manggarai, PDP tersebut pada 23 Maret lalu datang ke RSUD Ben Mboi dengan keadaan umum lemah dan kaku kuduk.

Sesuai diagnosa dokter spesialis, yang bersangkutan mengalami meningoencephalitis (radang otak dan radang selaput otak). Atau pasien mengalami suatu kondisi yang biasanya disebabkan oleh virus, bakteri, parasit, atau mikroorganisme lainnya. Karena itu, ia dirawat dengan status PDP.

Dokter Domi menjelaskan, saat datang ke RSUD Ben Mboi yang bersangkutan mengeluh sesak napas dan bahkan kehilangan kesadaran. Pada 24 Maret, ia dirujuk ke RSUD Komodo.

Ia mengatakan, sesuai komunikasi langsung melalui telekonference dengan dr Wiliam, spesialis penyakit dalam dari RSUD Komodo, PDP tersebut meninggal akibat gagal napas yang disebakan oleh radang otak dan radang paru-paru.

Meski demikian sampel darah PDP tersebut sudah diambil, sudah dilakukan rontgen paru dan swab dan semuanya sudah dikirim ke Puslitbangkes di Jakarta. “Kita tunggu hasilnya,” ucap Domi.

Ia menjelaskan penatalaksanaan jenazah PDP tersebut dilakukan sesuai buku pedoman penanganan covid-19 yang dikeluarkan Kemenkes. Sesuai koordinasi dengan Kadis kesehatan Manggarai, Sekda Manggarai Barat dan Direktur RSUD Komodo, jenazah dikuburkan di Manggarai Barat.

Dengan demikian, Satgas Pencegahan Covid-19 NTT belum melaporkan bahwa NTT ada kasus covid-19. Masyarakat diharapkan tenang sambil menunggu hasil lab dari Puslitbangkes.

Ia menambahkan, positif atau tidak PDP covid-19 yang meninggal berdasarkan beberapa parameter misalnya gejala klinis, hasil rontgen, dan swab yang kini sedang diperiksa di Jakarta. (mg-01/R-4)