Pegang Teguh Pancasila sebagai Ideologi Bangsa

berbagi di:
Komandan Korem 161/ Wira sakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa

Komandan Korem 161/ Wira sakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa.

 

Hari kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober harus menjadi refleksi seluruh anak bangsa untuk tetap memegang teguh Pancasila dan tetap menjaga persatuan serta kesatuan bangsa.

“Jangan berikan ruang kepada ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila, apalagi memberi ruang kepada PKI yang nyata-nyata pernah berkhianat pada bangsa ini,” ucap Komandan Korem 161/ Wira sakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa saat dihubungi VN, Minggu (1/10).

Danrem menyerukan agar seluruh komponen bangsa harus bersama bersinergi membangun bangsa dan meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk ideologi lain yang bertentangan dengan Ideologi Pancasila.

“Pancasila adalah harga mati dan sudah final. Tidak bisa ditawar tawar lagi, jadi siapa pun yang berniat akan mengubah Pancasila, akan berhadapan dengan TNI dan seluruh rakyat Indonesia,” tegas mantan Wadanjen Kopasus itu.

Ia menambahkan sejarah telah membuktikan PKI pernah melakukan pemberontakan dalam kurun waktu tiga kali yaitu 1926 sebelum kemerdekaan, 1948 di Madiun, dan 1965 paling dasyat melakukan pembunuhan keji terhadap tujuh jenderal TNI AD dengan dalih memfitnah untuk terjadinya kudeta oleh Dewan Jenderal.

“Jika saat ini banyak pihak yang mendebatkan hal itu, kita harus komitmen bahwa PKI itu secara nyata pernah memberontak dan secara ideologi, PKI sangat bertentangan dengan Ideologi Pancasila dan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara kita yang berbhinneka tunggal Ika,” pungkasnya.

Ia menegaskan komitmen TNI dalam mendukung pemerintah soal implementasi Pancasila dan mencegah ideologi komunis masuk ke Indonesia. Karena di TAP MPRS No. 25/1966 jelas tertulis jelas PKI itu dilarang.

“Secara ideologi PKI tidak akan pernah hilang walaupun itu dilarang karena PKI merupakan “bahaya Laten” yang setiap saat akan bisa muncul jika bangsa kita lengah,” jelasnya.

 

Hanya Pancasila
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT Sisilia Sona menegaskan hanya Pancasila yang mampu mempersatukan bangsa yang disadari sejak kemerdekaan bahwa kita memang berbeda tapi satu bangsa satu bahasa satu tanah air.

“Saya yakin apa pun tantangan yang dihadappi saat ini, seperti munculnya kembali gerakan PKI, paham radikal, terorisme, dan ancaman kedaulatan NKRI, kita harus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur bangsa,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa bangsa ini mampu menghadapi masalah secara bersama dan keluar sebagai pemenang. “Sejarah sudah membuktikannya, Itulah Saktinya Pancasila sebagai ideologi bangsa,” tegasnya.

 

Pemersatu Bangsa
Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt Dr Mery Kolimon mengatakan, Kesaktian Pancasila adalah sebuah prinsip yang mempersatukan bangsa Indonesia yang sangat beranekaragam. Sejarah telah membuktikan bahwa komitmen Pancasila itulah yang akan menyelamatkan bangsa Indonesia ke depan.

Sebab Pancasila telah memberikan ruang kepada semua masyarakat untuk menerima anak bangsa dari berbagai latar belakang kehidupan untuk bersama sama dalam rumah yang dinamakan bangsa Indonesia.

Dirinya mengatakan, persoalan bangsa terbesar saat ini yakni korupsi. Korupsi adalah salah satu persoalan bangsa yang sangat berbahaya dari pada komunis. Pasalnya Korupsi telah merampok hak rakyat.

Ia percaya bahwa kesaktian Pancasila terjadi karena adanya komitmen rakyat Indonesia untuk menerima berbagai keragaman sebagai hakikat bangsa Indonesia. Kesaktian Pancasila telah mendorong rakyat Indonesia untuk saling mengrgai dan berkeadilan. Korupsi telah merusak citra bangsa Indonesia dan korupsi telah berdampak pada kesejahteraan rakyat berkurang.

Isu komunisme hanyalah salah satu upaya untuk mengalihkan berbagai upaya pemberantasan korupsi yang sedang gencar dilakukan. Rakyat Indonesia adalah rakyat yang telah cerdas yang tidak akan lagi dibenturkan dengan isu yang tidak benar.

 

NKRI Harga Mati
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTT Abdulkadir Makarim menilai, kehadiran Pancasila yang menjadi pedoman bangsa, keberadaannya telah sangat diuji dengan berbagai terpaan serta goncangan dari berbagai pihak. Namun

Pancasila hingga saaat ini masih kokoh hadir dalam tubuh bangsa Indonesia yang penuh dengan keberagaman.

Ia mengatakan bahwa makna Kesaktian Pancasila harus benar-benar dirasakan dan diamalkan oleh setiap anak bangsa. Keberadaan bangsa saat ini yang sedang berada dalam goncangan dan berbagai isu, tentu dibutuhkan sikap dan
perbuatan untuk kembali memaknai hadirnya Pancasila sebagai pemersatu.

Dirinya berharap, seluruh anak bangsa harus tetap waspada dan mampu memaknai isu komunisme dengan baik. Dan bahkan harus tegas bahwa PKI tak boleh bangkit di Negara Kesatuan Republik Indonesia. NKRI Harga Mati!. (mg-14/mg-11/M-1)