Pekerjaan Rumah Kementrian PUPR di 2018

berbagi di:
pupr

 

Sebagai Kementrian dengan anggaran terbesar yang mencapai Rp. 106,91 triliun, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memiliki banyak pekerjaan rumah di 2018. Dengan besarnya anggaran tersebut, Kementrian PUPR memfokuskan pada 4 sektor, yaitu peningkatan konektivitas, ketahanan pangan dan air, pemukiman serta perumahan.

Guna peningkatan konektivitas di 2018, Kementerian PUPR berencana membangun jalan baru sepanjang 864 kilometer dan preservasi jalan nasional 46 ribu kilometer.

“Ada pula target pembangunan jalan tol yakni 615 kilometer, di mana 25 kilometer di antaranya merupakan porsi pemerintah,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis 7 September 2017.

Sementara itu, untuk mencapai ketahanan pangan dan air, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran untuk pembuatan 47 bendungan. Komposisi pembangunannya adalah 11 bendungan baru dan 36 bendungan adalah lanjutan pekerjaan tahun sebelumnya.

Pada sektor pemukiman, cakupan layanan air minum nasional juga ditingkatkan dengan membangun sistem penyediaan air minum dengan target produksi 9.372 liter per detik. Pengolahan air limbah di berbagai daerah juga diprioritaskan bagi 860.836 kepala keluarga.

Prioritas lain Kementerian PUPR di 2018 adalah penyediaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “Targetnya tersedia 13.405 unit melalui pembangunan rusun, 180 ribu unit rumah swadaya, 3.800 unit rumah khusus, dan bantuan pembangunan prasarana dan utilitas bagi 15.400 unit rumah,” tambah Basuki.

Selain pembangunan infrastruktur berskala masif, Kementerian PUPR juga membangun dan merehabilitasi irigasi kecil, jembatan gantung, pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (PISEW), penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas) dan sanitasi berbasis masyarakat (sanimas). “Ini merupakan amanah besar dan kami akan berupaya agar anggaran dapat dibelanjakan secara akuntabel, efektif.

Tak hanya itu, anggaran 2018 juga difokuskan untuk penyelesaian berbagai venue olahraga Asian Games XVIII di Jakarta dan Palembang. Selain itu, dana juga untuk infrastruktur pendukung penyelenggaraan pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank di Bali. (OGI)

Sumber: Metrotvnews.com