Pelaksanaan PPDB SMA /SMK Secara Online dan Offline

berbagi di:
img-20200526-wa0068

 

 

 

 

Sinta Tapobali

Penerimaan Peserta Didik Baru baik SMA/SMK di Provinsi NTT akan dilakukan dengan dua skema yakni secara online dan offline.

Berdasarkan draf yang telah disampaikan kepada para kepala sekolah dalam rapat yang dilangsungkan, Selasa (26/5) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT maka diputuskan proses penerimaan secara online mulai dari pendaftaran, verifikasi, pengumumam dan pendaftaran ulang untuk gelombang 1 dan 2 akan dilangsungkan pada 15-27 Juni 2020. Sementara pendaftaran offline akan dilaksanakan pada 29 Juni-10 Juli 2020.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Benyamin Lola kepada VN usai rapat, Selasa (26/5).

Menurutnya, pendaftaran online akan dilakukan oleh sekolah-sekolah yang memiliki sarana prasarana yang memadai sedangkan bagi sekolah yang sarana prasarananya tidak mendukung maka akan dilakukan secara offline.

“Proses pendaftaran yang dilakukan secara online akan dilakukan hingga tahap verifikasi di mana jika dibandingkan dengan tahun lalu tahap verifikasi dilakukan secara manual tetapi pada tahun ini tahap verifikasi juga dilakukan secara online. Dokumen administrasi yang dibutuhkan harus discan dan dikirim data digitalnya ke sekolah sebagai lampiran untuk sekolah bisa melakukan verifikasi,” jelas Benyamin.

Sedangkan untuk proses pendaftaran peserta didik baru secara manual akan dilakukan seperti biasa namun akan tetap memperhatikan protokol kesehatan dimana mewajibkan setiap orang tua maupun peserta yang datang untuk melakukan pendaftaran wajib menggunakan masker, jaga jarak aman dan juga cuci tangan.

Ia menambahkan untuk mencegah orang tua dan murid datang sekaligus dalam waktu yang bersamaan maka saat pendaftaran sekolah diberikan keluasan untuk menetapkan zona waktu pendaftaran.

“Katakan sekolah itu ada dalam kecamatan tertentu, maka hari pertama itu berlaku untuk kelurahan A hari ke dua Kelurahan B dan seterusnya. Sekolah lebih tahu wilayah mana yang lebih diprioritaskan untuk waktu yang seperti apa baik itu hari atau jam, itu semuanya sekolah yang menentukan. Tetapi tujuannya agar tidak terjadi penumpukan jumlah orang dalam jumlah besar dalam satu waktu tertentu,” jelasnya. (bev/ol)