Pelayanan Pasien JKN KIS di FKTP Menurun selama Pandemi

berbagi di:
img-20210302-wa0038

 

 

 

Sinta Tapobali

 

 
FASILITAS Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti uPuskesmas di Kota Kupang, selama pandemi berlangsung mengalami penurunan tingkat kunjungan pasien JKN KIS.

Hal ini diutarakan Kepala Puskesmas Alak, dr. Panondang Panjaitan, ketika dikonfirmasi VN, Selasa (2/3) siang.

Menurut dr. Panjaitan, selama pandemi berlangsung tingkat kunjungan pasien ke Puskesmas mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan Puskesmas memberikan pembatasan pelayanan maksimal 50-60 orang setiap hari untuk mencegah kerumuman, kecuali untuk situasi gawat darurat.

“50 sampai 60 pasien per hari,” ujar dr. Panjaitan menjawab pertanyaan VN tentang rata-rata jumlah pasien yang dilayani setiap hari di Puskesmas Alak sepanjang tahun 2021.

Hal ini telah berlaku sejak jumlah pasien Covid-19 mengalami peningkatan di Kota Kupang.

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa pasien yang setiap hari datang ke Puskesmas Alak, pada umumnya merupakan pasien merupakan peserta JKN KIS.

“Semua masyarakat yang berobat di Puskesmas kita layani tanpa memandang kartu BPJS-nya. Kunjungan berkurang karena kami juga membatasi jumlah pasien maksimal 50 per hari kecuali gawat darurat untuk menghindari kerumunan,” jelas dr. Panjaitan.

Dari semua pasien yang datang dilihat dari data sejak Januari hingga akhir Februari 2021, kebanyakan datang dan terdiagnosa menderita penyakit infeksi saluran nafas akut, hipertensi dan nyeri otot serta persendian.
Dirinya menjamin bahwa segala pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan baik dokter, perawat, maupun bidan dan tenaga administrasi lainnya semua berjalan sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

img-20210302-wa0037
Sedangkan Pemilik FKTP Klinik Kupang Graha Medika, dr. Widya Cahya mengatakan bahwa untuk Klinik Kupang Graha Medika sendiri selain melayani pasien umum, juga melayani pasien JKN KIS yang terdaftar di Klinik Graha Medika.

Menurutnya, dalam sehari selama pandemi, kunjungan pasien baik pasien peserta JKN KIS maupun umum, hanya berkisar di 30-50 pasien dan jumlah ini menurun dari biasanya.

“Selama pandemi kunjungan sedikit menurun, terutama pasien yang datang langung pemeriksaan tatap muka, tapi kita juga melayani telemedicine, pasien kita layani melalui telepon, sms atau wa. Kunjungan pasien per hari selama pandemi berkisar 30-50 pasien,” ujar dr. Cahya.

Meski demikian, Klinik Kupang Graha Medika tetap konsisten untuk memberikan pelayanan dengan seprofesional mungkin, baik untuk pasien umum maupun pasien JKJ KIS.

Rata-rata penyakit yang diderita baik oleh pasien umum maupun pasien JKN KIS yang datang untuk melakukan pemeriksaan di klinik ini kebanyakan mengidap penyakit infeksi saluran pernafasan akut, gangguan pencernaan dan penyakit metabolik seperti hipertensi maupun gula.

Selain melayani pasien JKN KIS, klinik Kupang Graha Medika juga memiliki system antrean online. Dengan sisten antrean online ini, maka pasien yang ingin berobat tidak perlu berlama-lama mengantre untuk berobat, karena tujuan diberlakukan sistem antrean online ini adalah untuk memudahkan peserta JKN KIS dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. (Yan/ol)