Pelayanan Posyandu di Kelurahan Penfui Abaikan Protokol Kesehatan

berbagi di:
img-20201015-wa0029

Kegiatan Posyandu di RT 18/RW 08 Kelurahan Penfui, Kamis (15/10) abaikan protokol kesehatan.

Sinta Tapobali

SELAMA masa pandemi Covid-19, semua pelayanan yang dilakukan wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19, salah satunya pelayanan Posyandu bayi dan Balita.

Penerapan protokol Covid-19, sudah menjadi suatu kewajiban yang harus diterapkan dalam segala bentuk pelayanan yang dilakukan terutama yang diikuti banyak orang.

Pantauan VN, Kamis (15/10) di salah satu Posyandu di Kelurahan Penfui tepatnya di RT 18/ RW 08, tampak masyarakat yang datang ke Posyandu ini tidak menerapkan protokol kesehatan secara keseluruhan, terutama berkaitan dengan physical distancing.

Meski hampir semua yang datang baik orang tua maupun anak-anak memakai masker, namun di antara mereka tidak memperhatikan jarak fisik saat duduk dan berdiri antara satu dengan yang lainnya.

Meri, salah satu orang tua mengatakan bahwa dalam masa pandemi saat ini, seharusnya berbagai macam pelayanan harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Menurutnya, pelayanan posyandu seperti yang diikutinya, seharusnya menerapkan standar protokol kesehatan dengan ketat. Apalagi pelayanan di Posyandu notabene pelayanannya dilakukan oleh petugas kesehatan yang mengerti betul tentang protokol Covid-19.

“Kalau bisa yang datang harus diatur jarak duduk dan berdiri ketika antre misalnya antre untuk lapor di kader atau suntik dan timbang. Petugas kesehatan yang hadir harusnya memerhatikan ini dengan baik karena mereka yang lebih paham. Bila perlu setiap mama-mama dan anak-anak yang datang harus diperiksa suhu tubuh mereka supaya benar-benar kita tau bahwa yang datang ini dalam keadaan sehat. Virus ini kita tidak bisa lihat jadi harusnya antisipasi itu lebih baik,” ujar ibu dua anak yang ditemui VN usai menimbang bayinya ini.

Adi, suaminya juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya pelayan yang mengumpulkan banyak orang seharusnya menerapkan protokol kesehatan secara benar dan baik.

“Jangan hanya cuci tangan, pake masker saja, kalau bisa harus jaga jarak juga, Berdiri dekat-dekat ini bahaya, bukannya mau takut berlebihan tapi waspada itu penting dalam kondisi saat ini,” ujarnya ketika ditemui saat menjemput istri dan anaknya di Posyandu.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Komisi V DPRD NTT, Yohanes Rumat mengatakan bahwa seorang petugas medis harus menjadi pelopor dan petunjuk bagi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Menurutnya, para petugas kesehatan maupun petugas Posyandu harus mengedukasi masyarakat dan memberi contoh yang baik tentang penerapan protokol kesehatan karena Posyandu merupakan bagian yang langsung bersentuhan dengan masyarakat sebagai sasaran pelayanan.

Oleh karena itu, ketika masyarakat yang datang berobat ataupun datang ke Posyandu tidak menggunakan masker maupun mengindahkan physical distancing, maka sudah selayaknya para petugas kesehatan harus memberikan petunjuk dan mengarahkan sehingga penerapan protokol kesehatan dapat dilakukan dengan baik dan tepat.

“Para petugas Posyandu harus edukasi masyarakat dan memberi contoh yang baik, apalagi posyandu merupakan bagian yang terpenting dan bersentuhan langsung dengan masyarakat sasaran. Oleh karena itu kalau masyarakat yang datang berobat tidak miliki masker dan kesadaran jaga jarak tidak diperhatikan maka pemerintahlah yang menjadi pelopor dan petunjuk. Ini proses pencegahan dimulai dari sini,” jelas Yohanes Rumat kepada VN pada Kamis (15/10) siang. (Yan/ol)