Pelindo III Bantah Pungli Pas Masuk Pelabuhan Rp12 Ribu

berbagi di:
foto-hal-01-cover-171120-cahyo-mursito-pelindo

Manager Pelayanan Terminal PT Pelindo III Tenau, Cahyo Mursito. Foto: Kekson/VN

 

Kekson Salukh

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III (Persero) Cabang Pelabuhan Tenau Kupang, Nusa Tenggara Timur membantah melakukan pungutan liar (pungli) pas masuk pelabuhan dengan memberlakukan dua karcis masing-masing seharga Rp6 ribu seperti yang beredar di media sosial.

PT Pelindo II memang menerapkan dua jenis pas masuk Pelabuhan Tenau Kupang, yakni pas masuk pelabuhan dan pas masuk terminal penumpang. Dua jenis pas masuk itu masing-masing bertarif Rp6.000/orang/kendaraan sehingga total Rp12.000/orang/kendaraan sekali masuk Pelabuhan Tenau.

Manager Pelayanan Terminal PT Pelindo III (Persero) Pelabuhan Tenau Kupang, Cahyo Mursito yang dikonfirmasi di di kantornya, Senin, (16/11) siang, mengatakan, penerapan dua pas masuk itu sesuai Peraturan Direksi Pelindo Pusat Nomor: PER.0009/PU.03/HOFC-2018 tentang Tarif Tanda Masuk (Pas) Pelabuhan dan Pelayanan Jasa Terminal Penumpang di Lingkungan PT Pelindo III (Persero) Cabang Tenau Kupang.

Manurutnya, dalam aturan Direksi Pelindo Pusat Nomor: PER.0009/PU.03/HOFC-2018 Pasal 1 menjelaskan, pelayanan jasa pelabuhan Rp2.000/orang/karcis, kendaraan roda dua seperti sepeda, sepeda motor, dan sejenisnya Rp4.000/kendaraan sehingga total Rp 6.000. Sedangkan untuk mobil pick up, mini bus, sedan, dan sejenisnya Rp6.000/karcis/kendaraan, truk, mobil box, bus, dan sejenisnya Rp7.000/kendaraan, traller, truk gandeng, dan sejenisnya Rp 9.000/kendaraan.

Sesuai pasal 2 aturan tersebut, untuk penumpang luar negeri tarif masuk pelabuhan Rp15.000/karcis, penumpang dalam negeri Rp6.000/karcis, dan pengantar atau penjemput Rp5.000/karcis.

“Jadi ada aturan dari kantor pusat, terkait pas masuk pelabuhan dan pas penumpang. Masing-masing pas masuk itu sudah ada aturannya termasuk menyebutkan besaran rupiah per karcis,” jelasnya.

Dia mengakui selama ini tidak ada pendobelan pas masuk, namun disesuaikan dengan klasifikasi kendaraan yang masuk pelabuhan.

 istimewa AREAL PARKIR: Inilah areal parkir Pelabuhan Tanjung Lontar Tenau Kupang yang akan penuh ketika kapal-kapal penumpang sandar di dermaga pelabuhan. Untuk masuk ke areal ini, diberlakukan dua pas masuk yaitu untuk masuk ke pelabuhan dan pas masuk ke terminal.

istimewa
AREAL PARKIR: Inilah areal parkir Pelabuhan Tanjung Lontar Tenau Kupang yang akan penuh ketika kapal-kapal penumpang sandar di dermaga pelabuhan. Untuk masuk ke areal ini, diberlakukan dua pas masuk yaitu untuk masuk ke pelabuhan dan pas masuk ke terminal.

“Pas pelabuhan itu disesuaikan dengan klasifikasi kendaraan. Setiap tahun itu kami ada pelaporan jadi sinkronkan jumlah penumpang, jumlah kendaraan, dan jumlah pendapatan yang masuk. Setiap hari itu kita ada pelaporan terkait itu,” bebernya.

Dia mengklaim tak ada pungutan liar (pungli). Pelayanan menggunakan dua jenis pas masuk itu transparan. Pemasukan ini masuk dalam kategori pendapatan rupa-rupa.

“Itu masuk pendapatan rupa-rupa di anggaran Pelindo, dan akan dilaporkan kepada negara setahun sekali. Secara pendapatan itu langsung dikumpulkan jadi satu di kantor pusat Pelindo di Surabaya.” pungkasnya.

Meski memberlakukan dua jenis pelayanan (pas masuk), ia menegaskan bahwa tidak ada double pas. Namun, katanya, jika ada pungutan pas penumpang di luar pembelian tiket, maka ia akan cek dan tindaklanjuti temuan keluhan masyarakat sesuai aturan yang berlaku.

Kepala Ombudsman NTT Darius Beda Daton yang dimintai tanggapannya membenarkan penerapan dua pas di Pelindo III Kupang. “Untuk pas masuk Pelabuhan Tenau di pintu masuk ada tarif sesuai dengan peraturan Direksi Pelindo III. Sedangkan tarif lain yg dibayar hanya bagi calon penumpang yang masuk terminal ruang tunggu ya. Dua-duanya ada karcis resmi,” pungkasnya. (mg-10/D-1)