Peluang Usaha Barbershop Menjamur di Kota Kupang

berbagi di:
img-20200114-wa0040

Foto; Humas PLN

 

 

Usaha barbershop menjamur di Kota Kupang, NTT. Usaha ini sangat diminati berbagai kalangan mulai dari anak muda sampai orang dewasa. Seperti yang dilakukan  Hilarius Fatu, pemuda asal Kefa berumur dua puluh satu (21). Ia mulai menjalankan bisnis di Jalan Farmasi, Liliba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Awalnya, saat masih duduk dibangku SMA,  Hila hanya punya keterampilan memotong rambut dengan menggunakan alat-alat manual (gunting dan sisir rambut).

“Waktu beta (saya) masih SMA biasa diminta orang untuk potong rambut dan itu hanya pakai alat-alat manual dan sehari bisa melayani 4-5 orang. Jadi, setelah lulus dari SMA beta masih sering diminta orang untuk potong rambut dan itu cukup untuk uang jajan,” jelasnya.

Tahun 2018, ia  mulai bekerja dengan teman yang mempunyai usaha barbershop untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari.

Satu bekerja dengan teman, akhirnya pada tanggal 22 oktober 2019, Hila memutuskan untuk membuka usaha barbershop sendiri.

“Beta akhirnya memutuskan untuk membuka usaha barbershop sendiri. Beta menabung untuk bisa membeli alat mesin listrik (cliper) untuk potong rambut. Dengan adanya alat mesin listrik lebih memudahkan beta dalam bekerja,” ujar Hila.

Ia mengaku bila menggunakan alat manual, waktu menggunting  lebih lama.  Sementara dengan alat cukur listrik lebih cepat. Ia bisa melayani hingga 30 pelanggan dalam sehari yang dimulai pukul 10.00 Wita pagi sampai pukul 23.00 Wita malam. Penghasilan pun bisa mencapai Rp 300 ribu per hari.

Ia berharap bisa memperbesar usahanya.

“Listrik sangat mempengaruhi usaha barbershop ini . Awalnya sewaktu meminta pasang baru proses pelayanannya cepat, karena setelah beta sudah membayar dari Pihak PLN tiga hari sudah tersambung,” tambahnya.

Ia berharap pelayanan listrik terus membaik sehingga bisa memberi dampak positif bagi perkembangan ekonomi masyarakat. (bev/ol/humas)