Pembatasan Sosial Bisa Dilakukan Jika Kasus Covid-19 di Kota Kupang Meningkat Tajam

berbagi di:
img_20200515_174558

 

 

 

 

Yapi Manuleus

Pembatasan sosial dan aktivitas warga bisa saja dilakukan di Kota Kupang jika jumlah pasien Covid-19 terus meningkat signifikan.

“Pembatasan-pembatasan kegiatan sosial di Kota Kupang itu bisa diberlakukan,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Kupang Ernest Ludji, Jumat (15/5).

Ia mengatakan, hingga saat ini Pemkot Kupang masih melakukan upaya-upaya persuasif agar masyrakat bisa sadar karena seluruh dunia mengalami hal serupa.

“Kita doakan jumlah kasus tidak bertambah signifikan, tapi kalau seandainya bertambah signifikan maka pemkot akan melakukan kajian-kajian mendalam,” katanya.

Ia berharap dengan penambahan kasus positif di Kota Kupang, masyarakat lebih mentaati aturan yang sudah diberlakukan Pemerintah Kota Kupang denga tetap menjaga jarak agar rantai pandemi Covid-19 khususnya dikota Kupang tersebut bisa cepat diatasi dengan baik.

Sebelumnya, hasil pemeriksaan Laboratorium Biologi Molekuler di RSUD W.Z Yohannes Kupang terhadap 46 sampel swab menunjukan 8 orang NTT positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus Minggu Mere dalam keterangan persnya di kantor Gubernur NTT, Jumat (15/5) siang mengatakan, empat orang pasien Covid-19 itu dari klaster KM Lambelu di Sikka, tiga orang merupakan transmisi lokal di Kota Kupang, dan satu orang dari Sumba Timur.

“Saat ini tiga orang transmisi lokal di Kota Kupang sedang dirawat di RSUD W.Z Johannes Kupang, satu orang di Sumba Timur dirawat di RSUD Umbu Rara Meha dan kita sedang koordinasi dengan kepala dinas kesehatan Sikka untuk empat orang dari klaster KM Lambelu itu agar dirawat di rumah sakit TC Hillers Maumere,” tandasnya.

Ia menambahkan dengan adanya penambahan 8 orang pasien Covid-19 itu maka total pasien Covid-19 di NTT telah mencapai 47 orang.

“Pasien Covid-19 di Kota Kupang 14 orang, Manggarai Barat 12 orang,  Sikka 12 orang, TTS 2 orang, Rote Ndao 2 orang, Nagekeo 1 orang, Flotim 1 orang, Ende 1 orang, dan Sumba Timur 2 orang.” urainya. (bev/ol/kek)