Pemilih Coblos Pake Formulir C6 Milik Orang Lain

berbagi di:

Suasana di TPS 27 RW 16 Keluraha Oesapa. Foto: Frengky Nubrihas/VN

 

Frengky Nubrihas

Proses Pemungutan Surat Suara di TPS 27 RT 06 RW 16 Keluarahan Oesapa, Kota Kupang tidak berlangsung sesuai prosedur yang belaku.

Pantauan VN, ada lima orang pemilih yang menggunakan C6 milik orang lain dalam proses pencoblosan surat suara. Hal ini memicu perdebatan antara antara pemilih sebenarnya dengan pihak KPPS di TPS 27 Kelurahan Oesapa ini.

Banwaslu Kecamatan Kelapa Lima, Simon Siram membenarkan hal itu saat diwawancarai VN di sela-sela pengawasan proses pencoblosan.

“Ada 5 orang yang menggunakan C6 org lain, menggunakan nama orang lain, administrasi yang tidak lengkap yang tidak ditandatangani oleh pemilih,” tuturnya.

Menurutnya, hal ini merupakan kesalahan teknis dari KPPS karena kurang teliti dalam memverifikasi berkas yang di bawa peserta pemilih.
“KPPS harus lebih jeli, karna di Bimtek sudah di jelaskan secara lengkap, KPPS seharusnya warga orang sini sehingga dia bisa kenal warganya. Rekomendasi kami sebagai Pengawas Pemilu harus ada Pemilihan ulang secara keseluruhan di TPS ini,” imbuhnya.

Phlipus Libu Heo warga RT.16/RW.6, salah satu warga yang hak pilihnya digunakan orang lain mengatakan bahwa, kesalahan yang terjadi diakibatkan ketidaktelitiannya KPPS dalam membagi undangan kepada yang bukan pemilih sebenarnya.

“Kesalahannya ini bukan di beta sebagai pemilih, tapi menurut beta di KPPS karena memberikan undangan di orang yang salah, yang kedua kesalahannya pada pemilih pertama yang mana dia mau mencoblos yang bukan dia punya,” ungkapnya.

Ia meminta, harus ada pencoblosan ulang karena sebagai warga negara ia berhak mendapatkan kesempatan memilih sesuai hati nuraninya.

“Ini harus coblos ulang atau ada alternatif lain dari KPU supaya bisa coblos, karena sama saja ini kita menghilangkan hak pilih,” imbuhnya.

Jhon Mali, anggota KPPS Kelurahan Oesapa membenarkan kejadian ini, dan hal ini sudah di konfirmasikan kepada pihak KPU agar ditindaklanjuti.

“Ada lima C6 yang digunakan oleh orang lain, kami sudah catat dalam kejadian khusus, kami sudah koordinasi dengan KPPS dan KPU jadi nanti akan ditindaklanjuti,” janjinya. (bev/ol)