Pemkab akan Benahi Talud Pantai

berbagi di:
foto-hal-12-pengaman-pantai-larantuka

Salah satu titik bangunan pengaman pantai di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Foto: Istimewa

 

 

Frengky Keban

Pemkab Flores Timur, Nusa Tenggara Timur akan segera membenahi talud sepanjang pesisir laut  sebagai antisipasi abrasi. Apalagi secara geografis, wilayah Flotim diapiti pantai dan gunung.

“Kota ini sudah berumur 500 tahunan tentu harus ada pembenahan dan kami berencana membangun talud pantai di sepanjang 7-10 Km kota ini. Dan permintan ini saya sampaikan sendiri kepada Presiden Joko Widodo dalam pertemuan bersama Pak Gubernur dan para Bupati se NTT,” kata Bupati Flotim, Antonius Gege Hadjon kepada VN, Sabtu (27/4) malam di rumah jabatan Bupati Flotim.

Ia mengatakan telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Presiden RI, Joko Widodo. Bahkan Presiden Jokowi dan Mentri Pekerjaan Umum sempat kaget karena Larantuka disebut sebagai kota pusaka yang mestinya dijaga.

“Kata Pak Menteri ini akan jadi perhatian mereka. Semoga bisa dibangun nantinya karena ini menjadi hal penting bagi kami untuk melindungi kota kami,”katanya.

Bupati Anton  juga sempat menyampaikan kerinduan masyarakat Flotim akan kehadiran Presiden di tanah Renha Rosari-Larantuka.

“Harus diakui dampak dana desa begitu besar bagi kemajuan desa. Kalau dulu desa hanya punya jalan batu sekarang sudah semenisasi dengan sejumlah pembagunan lainnya. Intinya wajah desa sudah banyak berubah karena kehadiran dana desa. Ini termasuk upaya desa untuk membiayai guru TK/Paud untuk memajukan pendidikan di desanya,” katanya.

Sementara itu, sejumlah warga yang dihubungi VN secara terpisah mengaku Flotim butuh talud sebagai penjaga kota dari abrasi. Mereka pun mendukung jika kemudian pemerintah daerah berencana membangun talud.

“Dari sisi geografis memang kita butuh talud itu supaya kota bisa lebih aman lagi,”kata, Bone Koten, warga Kota Larantuka.

Bone mengatakan pembangunan talud harus dimulai secepatnya demi menjaga kota tersebut dari gelombang laut yang ada.

“Kalau ada rancangan begitu. Tentu sebagai masyarakat, kami dukung penuh selama itu baik buat daerah,” kata Yani Kelen, warga lainnya. (mg-09/S-1)