Pemkab Awasi Kedatangan Empat PMI Asal Belu

berbagi di:
img_20200524_184136

 

 

 

 

Mutiara Malahere

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu melalui Koordinator Bidang Pencegahan bersama Dinas Nakertrans telah melakukan pengawasan terhadap empat Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Belu yang telah dipulangkan dari Malaysia dan telah usai menjalani karantina di Batam, Provinsi Kepri pada 19 Mei 2020 lalu.

Kepada VN Minggu (24/5) Kasat Pol PP Kabupaten Belu, Aloysius Fahik mengatakan empat orang PMI asal Belu tersebut 3 orang PMI antara lain Yohanes Koi (30), Ferdi Nandus Koli (26), dan Hubertus Mali (25) berdomisili di Desa Maudemu, Kecamatan Lamaknen, sedangkan satu PMI bernama Januarius Fahik (19) berdomisili di Desa Nanaet, Kecamatan Nanaet Duabesi.

“Empat orang PMI tersebut telah selesai menjalani masa karantina di Batam dengan hasil negatif dan telah diperbolehkan kembali ke kampung halamannya, namun kami tetap memantau keempat PMI tersebut karena riwayat perjalanan dari zona merah,” ungkap Aloysius.

Tim Satgas telah memberikan identitas PMI pada tiga posko pemantauan Covid-19 yang ada di pintu masuk Kabupaten Belu di Posko Motamaro, Posko Teun, dan Posko Ainiba.

“Kalau mereka sudah sampai di Belu, akan langsung didata oleh petugas dan langsung menghubungi Dinas Nakertrans untuk mengawasi langsung keempat PMI kembali ke kampung halamannya,” tambah Aloysius.

Pihaknya juga telah menghubungi semua kepala desa untuk meningkatkan peran semua relawan desa agar pro aktif melakukan pengawasan terhadap empat PMI tersebut terutama setelah berada di kampung halamannya agar semua bersama-sama mencegah peredaran dan penularan Covid-19 di masyarakat.

Ia juga meminta peran aktif dari lurah/kades untuk melakukan pendataan terhadap setiap pendatang baru untuk melapor diri terlebih pendatang yang baru saja kembali dari zona merah. (bev/ol)