Pemkab Belu Alokasikan Rp 13 Milyar Penanganan Covid-19

berbagi di:
bupati-belu-willy-new

 

 

Mutiara Malahere

Pemerintah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp 13 miliar untuk penanganan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) dan jumlahnya akan terus bertambah sesuai dengan jumlah pendemi dan tingkat kebutuhan daerah.

Bahkan Pemkab Belu sedang melakukan rasionalisasi anggaran untuk menambah anggaran penanganan pencegahan Covid-19 yang dipersiapkan Tim Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu.

Hal ini disampaikan  Bupati Belu, Willybrodus Lay kepada VN Kamis (26/3) via telepon.

Bupati Lay mengatakan untuk penanganan Covid-19, pihaknya mengikuti petunjuk protokol Pemerintah Pusat sesuai Standar Operasional Prosedural (SOP).

“Kami menangani covid-19 sesuai ketentuan antara lain menyediakan tangki air dan tempat mencuci tangan pada semua ruang publik terutama pasar-pasar, menyediakan handsanizer, serta rutin melakukan penyemprotan disinfektan setiap tiga hari sekali di Pasar, perkantoran, terminal, dan ruang pelayanan publik lainnya,” jelas Bupati Lay.

Terkait dengan pengadaan alat pelindung diri (APD), lanjut Bupati Lay, pihaknya telah mengajukan permintaan kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat dan saat ini masih dalam proses pengadaan.

Selain itu, pihak RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua juga meminta dukungan pengadaan 150 unit Pakaian APD dan semuanya masih dalam proses pengiriman.

Terkait kesiapan RSUD Atambua sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19, Bupati Lay mengatakan optimis dan siap dengan berbagai kondisi apalagi letak Kabupaten Belu di perbatasan negara.

“RSUD Atambua harus selalu siap untuk menangani Covid-19 dan semua jenis penyakit lainnya, dan saat ini pihak rumah sakit sementara mempersiapkan ruangan isolasi khusus dilengkapi fasilitas penunjang,” ujar Bupati Lay.

Terkait pengamanan pada semua pintu perbatasan, Bupati Lay mengungkapkan pihaknya relah berkoordinasi dengan seluruh aparat untuk memperketat jalur masuk dan keluar di pintu perbatasan.

“Kegiatan menutup atau membuka pintu-pintu perbatasan menjadi kewenangan Pemerintah Pusat, sedangankan tugas Pemda bekerjasama dengan aparat untuk memperketat arus masuk dan keluar di semua pintu perbatasan,” tegasnya.

Ia mengimbau semua masyarakat Belu selalu waspada terhadap Covid-19 dengan cara menghindari kerumunan banyak orang serta tidak keluar rumah bila tidak benar-benar penting, selalu menjaga jarak sosial (sosial distance), mencuci tangan sebelum makan, selalu mengkonsumsi sayur dan buah serta makanan yang mengandung banyak gizi dan serat, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggal. (bev/ol)