Pemkab Belu Rapat Penataan Objek Wisata Jelang New Normal

berbagi di:
img-20200612-wa0007

 

 

 

 

Mutiara Malahere

Dinas Pariwisata Kabupaten Belu telah melakukan rapat koordinasi persiapan pembukaan kembali destinasi wisata di wilayah Kecamatan Kakuluk Mesak menjelang era new normal 15 Juni mendatang.

Rapat yang berlangsung di Kantor Camat Kakuluk Mesak, Kamis (11/6) ini dipimpin Kepala Dinas Pariwsata, Fredrikus L. B Mau didampingi Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Belu Ibu Yasinta Rinjani Bria.
Hadir dalam rapat tersebut, Camat Kakuluk Mesak Amandus Linci, Danramil Atapupu dan Danpos AL Atapupu, para kepala desa se-Kecamatan Kakuluk Mesak serta para pengelola obyek wisata dalam wilayah Kecamatan Kakuluk Mesak.

Kepada VN, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belu Fredrikus L. Bere Mau mengatakan sepakat untuk melakukanĀ uji coba penerapan protokol pencegahan Covid-19 pada destinasi wisata.

Beberapa protokol kesehatan yang akan diterapkan secara ketat selama berwisata antara lain, wajib pengecekan suhu tubuh, bermasker, membersihkan tangan dengan sabun/hand sanitizer, baik bagi pengunjung maupun pengelola, penerapan jaga jarak minimal 1.5 meter (physical distancing) dan juga pemberlakuan pembatasan jumlah pengunjung maksimal 50% dari kapasitas daya tampung yang ada, sebagai upaya mencegah terjadinya kerumunan pengunjung yang terlalu padat.

Pembatasan jumlah pengunjung diterapkan agar lebih mudah mendapatkan tiket atau pass masuk. Oleh karena itu, masyarakat dapat melakukan booking tiket masuk secara online pada nomor-nomorĀ  kontak pengelola obyek wisata yang dapat diperoleh melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Belu.

Eddy berharap para wisatawan tetap dapat menikmati aktivitas berwisata dengan waspada dan disiplin menjaga kebersihan diri, sehingga kesehatan diri masing-masing maupun kesehatan orang disekelilingnya tetap terjaga dengan baik.

“Mari berwisata dengan tetap sehat,” ujarnya.

Menurut Eddy, persiapan pembukaan kembali destinasi wisata di Kabupaten Belu antara lain dilakukan di Pantai Sukarlaran, Pantai Pasir Putih, Jembatan Pelangi, Jembatan Mangrove, Postu Maniku, Sabanase dan Taman Batu Sunset Korba’u.

Sementara Patung Bunda Maria Teluk Gurita masih tutup karena masih ada pengerjaan lanjutan. Begitupula Fulan Fehan belum ada pengelolanya sehingga proses persiapan masih membutuhkan waktu.

Jajaran Dinas Pariwisata menyarankan kepada Pemerintah Desa Dirun dan lembaga adat setempat agar peka dengan kondisi Fulan Fehan yang punya atraksi unik serta menjaga perilaku pengunjung yang melanggar imbauan pemerintah.

“Harusnya Pemdes Dirun dan lembaga adatnya bisa mengontrol dan mengendalikan perilaku pengunjung agar tidak merusak keindahaan yang ada karena buang sampah sembarang dan memasuki padang dengan kendaraan bermotor, ini sama dengan merusak anugerah yang ada,” ujar Eddy. (bev/ol)