Pemkab Lembata Didesak Segera Manfaatkan Aset Penampung Minyak

berbagi di:

Hiero Bokilia

 

 

 
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata, Nusa Tenggara Timur didesa untuk segera memanfaatkan aset penampung minyak di Kelurahan Lewoleba Utara, Kecamatan Nubatukan yang dibangun sejak masa kepemimpinan Bupati Andreas Duli Manuk dan saat ini belum dimanfaatkan. Sebab, jika dibiarkan dikhawatirkan aset yang dibangun dengan dana daerah miliaran rupiah itu akan mubazir dan rusak karena tak dirawat.

Demikian penegasan Wakil Ketua DPRD Lembata Yohanes de Rosari dan tokoh pemuda Lembata Broin Tolok yang dihubungi secara terpisah VN, Selasa (4/9).

Yohanes de Rosari mengatakan salah satu penyebab kelangkaan BBM di Kota Lewoleba yakni belum dimanfaatkannya tempat penampungan BBM tersebut.

Menurutnya, Badan Musyawarah (Banmus) Dewan nanti akan menjadwalkan rapat dengar pendapat dengan pemkab, agen Premium dan Minyak Subsidi (APMS), dan Pertamina untuk mengecek kondisi ketersediaan BBM di Lembata mengingat dalam beberapa bulan terakhir sering terjadi antrean panjang di depot pengisian BBM hingga nmnimbulkan kemacetan di jalan raya.

Menurut de Rosari, pemerintah harus membangun kerjasama dengan pihak ketiga untuk memanfaatkan aset tersebut agar ketersediaan BBM mencukupi dan pasokan ke depot pengisian BBM lancar.

“Karena jika tidak digunakn maka suatu waktu akan terjadi kerusakan. Jadi harus dimanfaatkan dalam kesempatan pertama dan pemda dapat mencari pihak ketiga untuk kelola aset ini,” tegasnya.

Sementara itu, Broin Tolok mengatakan, sebelumnya di masa penjabat bupati telah dilakukan kerjasama pengelolaan penampungan minyak tersbeut dengan pihak ketiga namun operasionalnya terhambat karena lokasinya terlalu dekat jalan dan sangat rentan. Namun, ia berharap aset tersebut tetap digunakan sambil mencari alternatif lahan untuk dipindahkan.
“Jika bisa dialihfungsikan untuk kepentingan lain bagusnya pemkab lakukan itu sepertu untuk PDAM atau kerja sama dengan PT Pelni untuk mebamblpung air agar dapat dipasok kekapal-kapal yang menyinggahi Pelabuhan Lewoleba,” kata Tolok.

Akan tetapi, lanjutnya, dengan melihat kondisi kelangkaan BBM yang terjadi akhir-akhir ini, maka pemkab perlu mempertimbangkan kerjasama pengoperasian dan pembenahan keamanan penampungan minyak.