Pemkab Mabar Gandeng PT.Kujang Beli Jagung Petani

berbagi di:
img-20210408-wa0025

Jagung milik petani di Mabar

 

 

 

Gerasimos Satria

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) melalui Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan berencana menandatangani kesepakatan bersama dengan PT. Kujang untuk membeli hasil jagung milik petani di wilayah itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Manggarai Barat Laurensius Halu, Kamis (8/4) mengatakan kesepakatan bersama dilakukan untuk menjawab keluhan terkait masalah pemasaran jagung milik para petani di seluruh Mabar.

PT. Kujang nantinya akan membeli seluruh jagung milik petani di Mabar.

Menurutnya penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Kesepakatan Kerjasama bisnis antara petani dan PT.Kujang akan dilakukan bulan April 2021.

PT. Kujang juga akan hadir dalam panen raya jagung seluaa 20 hektare (Ha) yang merupakan hasil program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) di Kecamatan Lembor Selatan.

Sementara, standar kebutuhan jagung untuk PT. Kujang saat ini mencapai 1.000 ton.

“Dari segi pemasaran, pemerintah daerah Manggarai Barat berencana  bekerjasama dengan pihak pembeli jagung salah satunya PT. Kujang yang akan membeli jagung dengan harga sesuai standar. Kita menginginkan agar petani tidak mengeluh lagi soal pemasaran jagung,” tutur Laurens.

Ia merincikan produksi komoditi jagung pada musim tanam I dan musim Tanam II TJPS di Kabupaten Mabar mencapai 6,5 ton per hektare.

“Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat tetap berkomitmen dan optimistis bahwa pada musim tanam I dan musim tanam II Tahun 2021 luas lahan TJPS mencapai 120 hektare dengan target akan menghasilkan 7 ton jagung per hektare,”tegas Laurens.

Kepala Bidang Penyediaan Pengembangan Sarana Produksi Pertanian, Belasius Apen mengaku selain program TJPS dari Pemerintah Provinsi NTT, petani Mabar juga akan mengembangan intensifikasi tanaman jagung yang bersumber dari APBD II Mabar. Petani akan mulai menanam Jagung Program Pemkab Manggarai Barat itu pada musim tanam April sampai September (ASEP) 2021.

Ia mengaku selama ini jagung milik petani di Mabar hanya dijual di pasar tradisional padahal produksi jagung milik petani cukup tinggi.

“Kerjasama dengan PT. Kujang diharapkam  merangsang petani untuk tidak lesu dalam budidaya jagung. Ke depan, tanaman jagung akan menjadi sumber pendapatan yang cukup besar pagi petani di Manggarai Barat,”tuturnya. (bev/ol)