Pemkab Rote Perketat Pengawasan di Pintu Masuk-Keluar

berbagi di:
img-20200325-wa0014

Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M Saek

 

 

 

Frangky Johannis

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk-keluar orang ke wilayah tersebut, sebagai upaya meminimalisir dan mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).

Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M Saek yang dikonfirmasi VN di kantornya, Rabu (25/3) pagi menjelaskan, salah satu kebijakan yang telah diambil adalah dengan mewajibkan setiap penumpang kapal dan penerbarangan untuk mengisi formulir mengenai data diri, maksud dan tujuan kedatangan/bepergian, serta rekam medis.

Hal ini, bertujuan untuk mengetahui secara persis data keluar-masuknya orang dari dan ke wilayah Rote, sehingga lebih mudah dalam pemantauan terkait kemungkinan Covid-19.

“Dengan kebijakan pengisian formulir ini kami berharap para penumpang yang masuk dan keluar secara jujur menyampaikan informasi dari mana dia datang atau ke mana dia akan pergi, beserta medical recordnya,” kata dia.

Menurutnya, tidak hanya pengawasan di pintu masuk-keluar yang ada di Rote saja, tetapi Pemkab juga telah menempatkan Gusus Tugas Covid-19 di Bandara El Tari Kupang, Pelabuhan Tenau, dan Pelabuhan ASDP Bolok untuk melakukan identifikasi dan menginformasikan jumlah penumpang tujuan Rote.

Dengan langkah antisipatif ini, kata dia, diharapkan dalam waktu 14 hari mendatang bisa diperoleh hasil yang baik, dan bisa diketahui Kabupaten Rote Ndao ini masuk dalam kategori seperti apa? Sehingga, langkah konkret penanganan Covid-19 lebih lanjut dapat ditetapkan fokusnya ke mana lagi.

“Setelah 14 ini hasilnya seperti apa baru kita tentukan lagi fokus pengawasan seperti apa. Misalnya fokus pengawasan terhadap orang yang berasal dari zona merah dibatasi tidak boleh masuk ke Rote karena kita melihat eskalasi penyebaran Covid-19 ini sangat cepat sekali,” kata dia.

Selain itu, Pemkab juga memberikan perhatian khusus bagi fasilitas umum rental play station, billiard, tempat wifi, caffee, dan tempat berkumpul orang banyak karena anak-anak sekolah yang diliburkan justru tidak diam di rumah tetapi ada yang berkeliaran di tempat-tempat itu. Sehingga, mulai hari ini akan dikoordinasikan penertibannya, kalau bisa ditutup sementara.

Khusus untuk pasar, lanjut Wabup Saek, sudah diinstruksikan untuk buka pada pukul 05.00 Wita dan tutup pada pukul 10.00 Wita, dan sore hari sesuai kebutuhan tetapi tidak melebihi pukul 16.00 Wita. Selain itu kepada pengelola pasar diwajibkan untuk menyediakan peralatan yang berhubungan dengan pencegahan, seperti air dan sabun untuk cuci tangan.

Lebih lanjut, kata dia, Pemkab Rote Ndao terus mengimbau agar masyarakat melakukan pencegahan virus corona secara mandiri, antara lain dengan berprilaku hidup bersih dan sehat.

“Jangan lupa kondisi kesehatan tubuh juga harus tetap dijaga supaya tetap bugas. Konsumsi makanan yang seimbang agar tubuh kita tetap sehat serta melakukan aktivitas olah raga, dan terlebih berdoa kepada Yang Maha Kuasa,” tutupnya. (bev/ol)