Pemkab Siap Terima Kedatangan Empat PMI Asal Belu

berbagi di:
bupati-belu-willy-new

 

 

 

 

Mutiara Malahere

Pemerintah Kabupaten Belu mendukung rencana pemulangan empat orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Belu dari Malaysia. PMI tersbeut telah menjalani karantina di Batam, Provinsi Kepulauan Riau pada 19 Mei 2020 lalu dengan hasil rapid test non reaktif.

Pemkab siap menerima mereka dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Bupati Belu, Willybrodus Lay kepada wartawan Rabu (27/5) di Atambua mengatakan semua PMI asal Belu yang merantau ke luar negeri berhak kembali ke kampung halamannya setelah selesai masa perantauan dan tetap tercatat sebagai warga Belu sehingga pemerintah tidak memiliki alasan untuk menolak kedatangannya kembali ke kampung halamannya.

“Pemerintah wajib menerima kedatangannya dan memperlakukannya selayaknya warga negara,” ungkapnya.

Bupati Lay mengatakan penerimaan itu didukung dengan adanya kesepakatan bersama semua gubernur, bupati/wali kota yang akan menormalkan situasi pada 15 Juni 2020 mendatang sehingga pihaknya harus siap menghadapi situasi tersebut.

“Situasi dan aktivitas masyarakat akan kembali normal pada 15 Juni mendatang sehingga kami harus siap menghadapi gejolak aktivitas masyarakat. Kami harus menegaskan semua masyarakat agar mulai membiasakan diri untuk hidup berdampingan dengan Covid-19 sehingga saya minta semua masyarakat Belu wajib melaksanakan protokol kesehatan dengan cara selalu menjaga jarak, memakai masker, dan selalu mencuci tangan dengan menggunakan sabun, dan tetap rutin berdoa,” pinta Bupati Lay.

Terpisah, Kepala Dinas Nakertrans, Laurens Nahak mengatakan empat orang PMI asal Belu tersebut yakni Yohanes Koi (30), Ferdi Nandus Koli (26), dan Hubertus Mali (25) yang berdomisili di Desa Maudemu, Kecamatan Lamaknen, sedangkan satu PMI bernama Januarius Fahik (19) berdomisili di Desa Nanaet, Kecamatan Nanaet Duabesi.

Laurens mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemprov NTT terkait jadwal pemulangan PMI asal Kabupaten Belu yang bekerja di Malaysia termasuk mengantongi identitas setiap PMI untuk selanjutnya dikawal ke kampung halamannya.

“Jumlah PMI asal NTT sebanyak 4.200 orang termasuk di dalamnya dari Kabupaten Belu, sehingga kami telah berkoordinasi terkait kepulangan PMI dari Malaysia usai menjalani karantina di Batam dan hasil rapid test negatif, namun tetap dalam pemantauan karena riwayat perjalanannya dari zona merah,” ungkap Laurens.(bev/ol)