Pemkab Sikka Bangun 12 Kamar Isolasi Covid-19

berbagi di:
foto-hal-05-ruang-isolasi-sikka

Para tukang sedang mengerjakan kamar isolasi Covid-19 di kompleks RS TC Hillers Maumere. Gambar diabadikan, Rabu (25/3).

 

 
Yunus Atabara

Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur menyiapkan 12 kamarisolasi untuk Covid-19. Persiapan ini untuk membantu RS TC Hillers Maumere yang ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 di Flores.

Setelah mendapat instruksi Gubernur NTT, Bupati Sikka langsung menggelar rapat terbatas dan menetapkan Asrama Putra Perawat RS TC Hillers Maumere sebagai ruang isolasi Covid-19. Bersama Personil TNI, Polri dan Brimob langsung merenovasi, agar segera dimanfaatkan.

Demikian dikatakan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Kabupaten Sikka, Very Awales Syukur, kepada VN Rabu (25/3) terkait kesiapan RS TC Hillers Maumere sebagai Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Flores.

“Pak Bupati, Dandim, Danlanal dan Kapolres Sikka memimpin langsung hari pertama pengerjaan rehab gedung isolasi Covid-19. Lokasinya agak tertutup, sehingga cocok untuk ruang isolasi,” kata Very Awales.

Awales menjelaskan, pengerjaan gedung itu sudah memasuki hari ke-2. Seluruh tim dari personel TNI, Polri, Brimob dan pemerintah secara bergantian 1×24 jam, melakukan pengerjaan perbaikan gedung. Dipastikan lanjut Awales akan segera digunakan setelah selesai dikerjakan.

Menurutnya, pemerintah Kabupaten Sikka diminta menyiapkan 30 kamar yang akan dijadikan ruang isolasi Covid-19. Oleh karena itu tambah Awales, 18 ruangan lainnya akan dikerjakan menyusul.

“Dalam instruksi pak gubernur agar disiapkan 30 kamar isolasi. Sekarang sudah siap 12 kamar, tinggal 18 kamar lagi menyusul,” kata Awales.

 

Pakai Dana Pokir

Secara terpisah Ketua Fraksi NasDem DPRD Sikka Aleksander Agato Hasulie kepada VN mengatakan, dalam rapat internal Fraksi NasDem DPRD Sikka bersepakat agar pemerintah menggunakan dana pokok pikiran (Pokir) DPRD dalam penanganan Covid-19 di Sikka.

“Secara internal fraksi kami sudah sepakat agar dana pokir dialokasikan untuk penanganan Covid-19 di Sikka,” kata Hasulie.

Menurut Politisi Partai NasDem itu, dana pokir DPRD yang sebelumnya digunakan untuk membangun fasilitas dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Akan tetapi penanganan Covid-19 jauh lebih urgent karena menyangkut nyawa manusia.

“Untuk apa kita bangun fasilitas kalau masyarakat nyawanya terancam. Situasi di masyarakat sangat mencekam, adanya virus Covid-19. Butuh penanganan serius dan itu butuh anggaran,” jelasnya.(nus/S-1)