Pemkab TTS Amankan 6,4 Ton Batu Warna Kolbano

berbagi di:
Ribuan karung yang berisi batu warna dari pesisir pantai selatan Kolbanp diamankan Pol PP dan Dishub TTS. Batu warna diamankan di depan Kantor DPRD TTS lama.

Megi Fobia

 

 

Sebagai bentuk tindak lanjut intruksi Bupati TTS Paul VR Mella untuk menertibkan penambangan batu warna dan pasir di pesisir pantai selatan wilayah Kolbano maka tim penertiban berhasil mengamankan 1.208 karung batu warna ukuran 50 kilogram. Total batu warna dari jumlah tersebut mencapai 60.400 kilogram atau 6.4 ton.

Pemerintah TTS bukan hanya sekedar berbicara, tetapi dilaksanakan sehingga berhasil mengamankan 6.4 ton batu warna yang diangkut sejumlah pengusaha menggunakan truk dari lokasi penambangan di pesisir pantai selatan wilayah Kecamatan Kolbano. Batu warna yang terisi dalam ribuan karung ukuran 50 kilogram tersebut diamankan dalam operasi penertiban aktifitas tambang batu warna yang dilakukan tim gabungan Satpol PP dan Dinas Perhubungan kabupaten TTS dalam rangka pelaksanaan SK bupati TTS nomor BU/005/V/2017 tanggal 5 Mei 2017 tentang penegasan penghentian aktifitas tambang batu warna, karang laut dan pasir.
Hal ini disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten TTS Benediktus Maulesu didampingi Sovia Makandolu dan koordinator lapangan Wesli Bureni serta sejumlah anggota Satpol PP kepada wartawan, di Kantor Pol PP, Selasa (30/5).
Maulesu menjelaskan ribuan karung berisi batu warna tersebut diamankan dalam dua hari sejak operasi penertiban mulai dilakukan Rabu (24/5). Ribuan karung batu warna tersebut diamankan dari truk-truk para pengusaha yang melintasi jalan negara di wilayah selatan Kabupaten TTS. Ribuan karung batu warna tersebut untuk sementara disimpan di halaman depan bekas kantor DPRD TTS sambil menunggu kebijakan selanjutnya dari Bupati TTS selaku pengambil keputusan.
“Hari pertama melakukan penertiban dikoordinir oleh Kabid Perundang-Undangan Daerah, Sovia Makandoloe. Saat itu berhasil  mengamankan batu warna yang diangkut lima dump truk dan satu truk fuso yang totalnya 1.048 karung dengan berat perkarung itu sekirar 50 kilogram,” kata Maulesu.
Batu-batu tersebut lanjut Maulesu, teridentifikasi milik YK, NS dan YT warga Kolbano.
“Satunya kepala desa, satunya kepala sekolah, satunya warga biasa,” jelasnya.
Maulesu menjelaskan di hari kedua penertiban tidak didapati adanya pengangkutan. Baru pada hari ketiga, Jumat malam lalu yang dikoordinir Wesli Bureni didapati satu truk yang mengangkut 160 karung berisi batu warna. Batu-batu warna yang diamankan tersebut akan dibawa ke gudamg pengusaha di wilayah Tenau Kupang.
Kata Maulesu penertiban akan terus dilakukan hingga ada hasil koordinasi antara pemkab TTS dan Pemprov NTT terkait dengan izin penambangan dan pengelolaan daerah tambang.
Dalam operasi penertiban yang dilakukan jelas Maulesu semua truk yang didapati mengangkut batu warna akan ditindak.
“Semua kita amankan entah itu batu yang diambil dari lokasi berizin atau tidak, semua kita amankan. Soal selanjutnya mau diapakan batu-batu ini, itu nanti urusan pemkab. Kami hanya jalankan SK bupati,” katanya.
Truk bermuatan batu warna dibolehkan pergi setelah batu warna diturunkan.
Beam Seko, sopir salah satu truk yang terjaring operasi mengatakan ia tidak mengetahui adanya penertiban.
“Saya tidak tahu ada penertiban. Saya datang angkut karena masyarakat telepon ke perusahaan minta datang muat karena batu sudah lama terkumpul tapi tidak dimuat,” katanya.
160 karung batu warna yang diangkut merupakan milik PT Sinar Gemini. Batu-batu tersebut diangkut dari desa Oetuke Kecamatan Kolbano dan hendak dibawa ke gudang perusahaan di Kupang.
Sebelumnya Asiten II TTS yang juga Plt Sekda TTS, Epy Tahun menejasankan dirinya sudah menandatangani surat bupati TTS untuk mengamankan atau menerbitkan batu warna yang diangkut keluar TTS.
Pemerintah lanjutnya mengamankan sementara untuk mengkaji ulang izin-izin yang diperoleh oleh setiap pengusaha tambang batu warna karena ada yang over lap ada juga yang izinnya tidak berlaku sehingga ditertibkan untuk dikaji ulang.