Pemkab TTS Lamban Urus Dana Covid-19

berbagi di:
foto-hal-01-ketua-fraksi-pkb-tts-roy-babys

Roy Babys, Ketua Fraksi PKB DPRD TTS

 

 

Megi Fobia

Krisis oksigen di RSUD Soe merupakan salah satu indikasi ketidakseriusan Bupati TTS Egusem Pieter Tahun yang juga Ketua Satgas Penangangan Pencegahan Covid-19 Kabupaten TTS. Padahal, banyak komplain sejumlah pasien Covid-19 meninggal dunia di RSUD Soe gara-gara ketiadaan oksigen.

Sehingga mestinya, Pemkab lebih serius mengurus dan mempercepat DPA setiap OPD, termasuk RSUD Soe, agar anggarannya segera dicairkan untuk pengadaan oksigen atau penanganan Covid-19.

Demikian intisari pandangan Ketua DPRD TTS Marcu Mbau, Ketua Fraksi PKB Roy Babys, dan Ketua Komisi IV DPRD TTS Marthen Tualaka secara terpisah kepada VN, Rabu (10/2).

“Masalahnya Bupati tidak serius urus Covid-19 yang sudah mengorbankan nyawa warga TTS, hanya karena oksigen di RSUD Soe sangat kurang,” ucap Roy Babys kepada VN di Soe, Rabu (10/2).

Menurut Roy, solusi salah satu lembaga di Kupang untuk membantu oksigen sangat tidak efektif. “Harusnya segera alokasikan dana untuk perbaiki, bukan dibiarkan begitu saja sehingga ketika pasien positif dirawat tidak krisis oksigen,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, mesin produksi oksigen di RSUD Soe itu bantuan dari Jerman, bersama dengan RSUD Betun. Sampai saat di RSUD Betun masih beroperasi sedangkan di RSUD Soe rusak sejak 2017 dan dibiarkan begitu saja. “Kemarin saya dengan Pak Wakil Bupati pantau mesin itu dan kami akan patungan perbaiki karena ada teknisi yang sudah lihat,” katanya.

Diungkapkannya, saat ini Toko Mubatar Soe menjual oksigen dengan harga Rp 275.000/tabung, Toko Timor Megah Rp 300.000/tabung. Itu pun dibatas, hanya 25 tabung/hari. Padahal, RSUD Soe punya mesin produksi oksigen dan dibiarkan rusak.

Ketua DPRD TTS Marcu Mbau mengatakan, Bupati Epy Tahun dalam pertemuan virtual dengan Dewan, melaporkan bahwa ketersediaan oksigen di RSUD Soe masih aman. Namun, yang disayangkan ada pasien yang meninggal karena kekurangan oksigen.

Ia meminta Pemkab TTS mempercepat DPA setiap OPD, termasuk RSUD Soe, agar anggarannya segera dicairkan agar bisa pengadaan oksigen.

Ketua Komisi IV DPRD TTS Marthen Tualaka mengatakan kebutuhan oksigen di RSUD Soe menjadi prioritas. Namun Pemkab TTS tidak responsif mengatasi masalah tersebut. “Kalau pemerintah bersikap mengatasi krisis oksigen, maka kami akan dorong dan dukung sebab semua pasien membutuhkan oksigen,” ujarnya.

Ia menilai alokasi anggaran tahun 2020 sebesar Rp32 miliar tidak direncanakan dengan baik sehingga saat ekskalasi Covid-19 meningkat tidak bisa diantisipasi. Buktinya terjadi krisis oksigen. (mg-12/E-1)