Pemkab TTU Terapkan Wajib Karantina bagi Pelaku Perjalanan yang Masuk TTU

berbagi di:
img-20201015-wa0031

 

Kristoforus Ukat
Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten TTU

 

 

 

Gusty Amsikan

 

 

BUPATI TTU, Raymundus Sau Fernandes, melalui Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten TTU, Kristoforus Ukat, kepada media ini, Kamis (15/10) di Kefamenanu.

Kristoforus mengatakan bertambahnya angka pasien positif Covid-19 di Kabupaten TTU mendorong Pemerintah Daerah menerapkan wajib karantina bagi para pelaku perjalanan yang hendak masuk ke wilayah TTU. Kebijakan itu diambil Bupati TTU mengingat seluruh pasien positif Covid-19 di wilayah TTU merupakan pelaku perjalanan. Para pelaku perjalanan akan dikenai wajib karantina selama lima hari di RS Darurat Rusunawa BTN Kilometer 9.

Menurut Kristoforus, kebijakan wajib karantina tersebut akan diberlakukan bagi seluruh pelaku perjalanan, baik yang mengantongi rapid test maupun yang tidak. Para pelaku perjalanan akan dikarantina dan dipantau oleh tim medis selama lima hari. Apabila dalam masa karantina pelaku perjalanan menunjukkan gejala Covid-19, maka yang bersangkutan akan menjalani rapid dan swab test.

“Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes, sudah tegaskan setiap pelaku perjalanan dari luar NTT walaupun bawa Rapid itu tidak menjadi jaminan dan itu tetap dikarantina di Rusunawa. Sekalipun membawa Rapid paling kurang dikarantina selama 5 hari untuk dipantau lalu dilakukan rapid. Jika hasilnya nonreaktif maka wajib menjalani karantina mandiri. Tetapi sebaliknya reaktif maka harus diikuti dengan swab,”jelasnya.

Sementara terkait jumlah pasien yang dirawat di RS Darurat Rusunawa BTN Kilometer 9, Kristoforus menjelaskan hingga saat ini, total pasien yang dikarantina sebanyak 30 orang. Jumlah tersebut merupakan akumulasi pasien positif Covid-19 dan pasien yang memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19. Pihaknya akan segera memulangkan 9 orang pasien dari cluster BPN.

Sedangkan jumlah sampel swab yang dikirim sejal 3 Oktober lalu sebanyak 10 sampel. Berdasarkan hasil yang diterima pihaknya, 1 dari 10 sampel dinyatakan positif Covid-19, yakni sampel milik pelaku perjalanan dari Papua, sementara 9 lainnya negatif yang merupakan sampel milik cluster BPN dan pelaku perjalanan lain.

“Berdasarkan informasi yang dilaporkan kepada Gugus Tugas, hari ini ada 9 orang akan dipulangkan mereka itu adalah cluster BPN yang dirapid. Total semua ditambah dengan pasien positif yang dikarantina di RS Darurat Rusunawa BTN Kilometer 9 ada 30 orang. 4 orang pasien positif Covid-19, satu sudah sembuh yakni mahasiswa kedokteran cluster Semarang dan yang masih menjalani perawatan ada tiga,”pungkasnya. (Yan/ol)