Pemkot akan Menambah Lubang Makam di Fatukoa jika Korban Covid-19 Meningkat

berbagi di:
img-20201117-wa0041

 

Sinta Tapobali

 

 

APABILA jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di Kota Kupang terus bertambah maka, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang segera menambah lubang makam di TPU Damai Fatukoa.

Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man ketika diwawancarai di Kantor Walikota Kupang, Selasa (17/11) siang.

“Kalau memang sudah tinggal satu dan tren (yang meninggal dunia) meningkat saya kira kita gali lagi,” ungkapnya.

Menurutnya, jangka waktu penanganan pasien Covid-19 mulai dari meninggal hingga penguburan hanya butuh waktu 4 jam. Dan dalam kurun waktu 4 jam tidak ada satu orangpun di Kota Kupang yang dapat menggali kubur dalam jangka waktu sesingkat itu oleh karenanya pemerintah wajib untuk bertanggungjawab dan menyiapkan lubang kubur bagi pasien yang meninggal akibat terpapar Covid-19.

“Bukan mau mengharapkan orang mati tetapi pepatah dalam penanggulangan bencana ‘Lebih baik menyediakan untuk keadaan yang terburuk tetapi berharap untuk keadaan yang terbaik’,” tukasnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Kupang Lodwyk Djungu ketika dikonfirmasi VN, mengatakan, akan segera berkoordinasi dengan Wali Kota Kupang untuk menambah jumlah lubang makam sebagai langkah antisipasi.

Menurutnya, penggalian lubang malam ini tidak dapat dilakukan secara manual karena kondisi tanah yang berbatu sehingga membutuhkan alat berat dan alat berat hanya dimiliki oleh Dinas PUPR.

“Kita akan segera koordinasikan dengan pak Wali Kota karena beliaulah yang mengambil keputusan. Kita juga tidak memiliki alat berat untuk menggali yang punya itu Dinas PUPR,” jelasnya.

Pantauan VN di lokasi TPU Damai Fatukoa, lubang malam yang disediakan oleh pemerintah untuk korban meninggal karena Covid-19 hanya tersisa 7 lubang dari total 19 lubang yang disiapkan. (Yan/ol)