Pemkot Kupang Bersihkan Pasar Kasih

berbagi di:
img_20181231_104249-2

Kondisi pasar setelah dibersihkan. Foto: Putra Bali Mula/VN

Putra Bali Mula

Para pedagang Pasar Inpres Naikoten I apresiasi giat pembersihan pasar oleh Pemerintah Kota Kupang , Nusa Tenggara Timur beserta jajaran dan berharap jalan di pasar nantinya diperbaiki.

Andreas Lais dan Bastian Nau, kepada VN siang kemarin (19/7) mengaku kondisi Pasar Kasih yang biasanya kotor mulai berkurang pada Jumat itu.

Keduanya mengaku, Pemerintah Kota Kupang yang telah turun tangan langsung membersihkan area pasar sekitar pukul 07.30 Wita itu membuat para pedagang enggan membuang sampah sembarangan kembali.

Pantauan VN pada pukul 14.00 Wita, sampah di lokasi pasar tradisional terpadat di Kota Kupang ini tidak seperti biasanya. Sampah organik dan limbah pasar tidak terlihat meski masih terdapat beberapa plastik gelas minum dan kantong kresek di beberapa titik.

“Secara tidak langsung itu kan teguran untuk kita juga. Kita juga bisa jaga kebersihan,” ungkap Andreas Lais, seorang pedagang sayur di pasar tersebut.

Sebelumnya Pasar Kasih dibersihkan pagi itu oleh Pemerintah Kota Kupang lewat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan PA, Dinas Perumahanrakyat dan Kawasan Pemukiman, Dinas Perhubungan dan personil Kecamatan Kelapa Lima. Tim ini diketahui, diketuai oleh Plt Asisten III, John Pelt. Berselang tujuh jam setelah pembersihan dilakukan pun kondisi jalan dalam pasar terlihat rapi daripada biasanya.

Andreas berharap giat tersebut dapat terus berjalan setiap minggunya, tidak hanya oleh lingkup Pemerintah Kota Kupang tapi juga bersama seluruh instansi Pemerintah Provinsi nantinya.

“Maunya setiap minggu, sama-sama dengan Pemprov, kalau pemimpin kompak masyarakat pasti teladani,” jawab beliau saat ditanya soal harapannya ke depan.

Andreas menambahkan pemerintah perlu memperhatikan beberapa fasilitas dan infrastruktur seperti kamar mandi, jalan, dan tempat parkir. Menurutnya, perlu ada pembenahan agar pembeli dan penjual nyaman beraktivitas di lokasi tersebut.

“Tolong diperbaiki nanti jalan. Atur kendaraan yang keluar masuk di sini bila perlu bikin gedung satu untuk tempat parkir. Kamar mandi juga,” tukasnya.

Hal serupa juga dikatakan Bastian Nau. Ia berharap adanya pembenahan pasar terutama soal jalan yang kerap rusak.

“Tadi bersih-bersih dari dinas-dinas, pagi-pagi. Tapi kalau mau omong ya jalan juga penting diperhatikan, kalau becek juga mengganggu apalagi ada yang lubang-lubang begitu,” kata dia.

Terkait pembersihan pagi itu, kata dia, perlu dipertahankan Pemerintah Kota Kupang dengan agenda yang jelas setiap minggunya.

“Kita lihat saja. Semoga jadwalnya jelas, kalau hanya untuk hari ini saja ya buat apa juga,” katanya.

Untuk diketahui pada Jumat kemarin Pemerintah Kota Kupang melakukan pembersihan sejumlah di lima titik. Pasar Oesapa dan Kawasan Hutan Mangrove, salah satunya, dipantau oleh Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore. Pada kawasan Pasir Panjang dan Muara Kali Oeba oleh Wakil Wali Kota, Herman Man. Sementara Penjabat Sekda, Elly Wairata memantau pembersihan di Taman Nostalgia dan Pasar Oebobo. Pasar Oeba dipantau Asisten 1, Yos Rera Beka. (bev/ol)