Pemkot Kupang Patuhi Perintah Balai Jalan

berbagi di:
foto-hal-01-cover-hendrk-ndapamerang-151120

Benyamin H Ndapemerang
Kepala Dinas PUPR Kota Kupang

Rafael L Pura

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Kupang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang akhirnya mematuhi perintah Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) X NTT untuk menggeser tiang lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang telah dipasang di atas troatar di Jalan El Tari ke tepi terluar.

“Kami masih koordinasi dengan PPK dan Balai Jalan soal penggeseran tiang lampu jalan (El Tari). Tiang-tiang lampu jalan mana saja yang akan disegeser,” ungkap Kepala Dinas PUPR Kota Kupang Benyamin H Ndapemerang kepada VN, Sabtu (14/11).

Ndapemerang memastikan tidak akan ada pemindahan lokasi tiang lampu jalan itu, namun hanya digeser ke samping trotoar (sisi terluar). Penggeseran diharapkan sudah terlaksana sebelum masa kontrak habis di bulan November ini.

“Tiang lampu tidak dipindahkan kemana-mana, hanya digeser. Jika ada di tengah akan geser ke pinggir. Dari pada pejalan kaki tidak lihat tiang sebesar itu, ditabrak celaka lagi. Jadi digeser saja,” tegasnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sri Wahyuningsih memastikan, semua biaya penggeseran tiang lampu jalan itu ditanggung sepenuhnya kontraktor pelaksana.

“Sekarang ini kan masih masa kerja dan belum selesai, maka dia (kontraktor) yang bertanggung jawab. Semua biaya ditanggung oleh dia. Dilihat mana yang tidak sesuai, akan diperbaiki,” kata Sri.

Direktur CV Willis Fhylosopia, Syahrul sebagai kontraktor pelaksana mengaku akan berkoordinasi dengan PPK dan BPJN X NTT untuk perbaikan pembangunan dan penempatan bangunan dan jaringan utilitas Lampu Hias Jembatan dan Lampu Penerangan Jalan Umum Kota Kupang.

Untuk diketahui, dalam izin prinsip disebutkan bahwa metode pelaksanaan yang meliputi pemasangan tiang LPJU di tepi terluar trotoar pada 2 jalur (kiri dan kanan) serta pada median jalan dengan pondasi tiang 50 cm x 50 cm kedalaman 100 cm.

Selain itu, pemasangan LPJU di median jalan, minimal berada di 2 meter dari kansteen, dengan pondasi tiang 50 cm x 50 am kedalaman 100 cm.

Ikut Bertanggung Jawab

Sementara itu, Kepala Ombusdman NTT Darius Beda Daton, menilai Balai Jalan juga harus bertanggung jawab atas pembangunan lampu jalan di atas trotoar itu, sebab mereka telah dilibatkan dalam tim teknis pembangunanya.

Dalam koordinasi yang dilakukan bersama Balai Jalan, pascah adanya keluhan masyarakat, kata Beda Daton, Balai jalan mengakui terlibat dalam penentuan titik di lapangan, dari segi estetikanya dinilai tidak menjadi masalah.

“Tapi mungkin karena masalah ini sudah gencar diangkat media, dan dia mulai sadar bahwa pembangunan ditas troatar itu salah menurut undang-undang, maka dia (balai jalan) bikin surat lagi untuk batalkan dan suruh mengesernya itu..jadi saya kira, dia juga harus ikut bertanggung jawab juga,” katanya.

Sebagai tim teknis yang terlibat, kata Beda Daton, seharusnya Balai Jalan menyarankan dari awal terkait tidak diperbolehkannya pembangunannya di atas trotoar, sehingga kontraktor pelaksana melaksanakannya sesuai saran dan tidak rugi.

Terkait sikap Ombusdman, Darius mengatakan tetap mengacuh pada undang-undang, bahwa pembangunan di atas trotoar itu melanggar undang-undang. Ombusdman belum meregistrasi aduan itu ke tahap pemeriksaan, dan terlebih dahulu menggunakan pendekatan persuasif.

Pada prinsipnya, kata Darius, pembangunan yang tidak sesuai undang-undang wajib diikuiti. Pemerintah wajib menunjukan contoh yang baik kepada masyarakat perihal taat aturan. Kalau pemerintah tidak patuh pada undang-undang, maka itu sama saja mengajar masyarkat untuk juga tidak patuh pada aturan yang ada. (R-2/yan/ol)