Pemkot Kupang Tawarkan Peremajaan Jaringan Pipa

berbagi di:
Ilustrasi jaringan pipa PDAM

 

Salah satu bentuk kerjasama yang ditawarkan Pemerintah Kota Kupang dalam kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang untuk layanan air bersih di Kota Kupang, adalah peremajaan jaringan pipa air bersih milik PDAM Tirta Lontar.

Wakil Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Herman Man kepada wartawan, pekan lalu menjelaskan langkah rehabilitasi jaringan pipa air milik PDAM Tirta Lontar itu merupakan tawaran yang masih dibahas bersama dengan Pemkab Kupang. Bila sudah sepakat maka langkah tersebut akan segera dilakukan.

Tawaran lainnya, jelas Herman, adalah kerjasama pemanfaatan sumber air baku dengan sistem pemanfaatan “water meter” dari setiap sumber air baku yang selama ini dikelola PDAM Tirta Lontar milik Kabupaten Kupang.

Dalam pola kerjasama tersebut, Pemkot menawarkan memperoleh Rp 300 per meter kubik air, namun masih dibicarakan lebih detail antara kedua daerah.

Herman Man menambahkan langkah lain yang ditempuh Pemkot Kupang untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Kota adalah kerjasama dengan BLUD-SPAM yang saat ini mengelola sumber air baku dari Bendungan Tilong, serta melakukan eksplorasi sendiri terhadap seluruh sumber mata air baku yang ada.

Sebelumnya, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore mengatakan, poin-poin kerjasama masih dibahas. “Prinsipnya win-win solution. Yang penting dari kerjasama ini ialah ada air bersih untuk masyarakat,” katanya.
Draf belum Rampung
Terpisah, Sekda Kabupaten Kupang selaku Ketua Dewan Pengawas PDAM Tirta Lontar, Hendrik Paut mengatakan, sampai saat ini naskah perjanjian kerjasama antara Pemkab dengan Pemkot terkait layanan air bersih bagi warga Kota, belum rampung.

“Setelah item-item perjanjian kerjasama yang dibuat staf Pemkot dan Pemkab Kupang rampung, baru kita duduk bersama untuk bahas,” jelas Hendrik.

Ia mengatakan sudah ada komunikasi awal antarpemimpin kedua wilayah (Wali Kota Jefri Riwu Kore dengan Bupati Ayup Titu Eki) dalam rangkap kerjasama pelayanan air bersih bagi warga Kota Kupang.

Selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di tingkat kepala daerah dan secara teknis operasional akan ada perjanjian kerjasama.

Namun hingga saat ini, jelas Hendrik , draf MoU maupun perjanjian kerjasama belum rampung. Kalau sudah rampung baru dilakukan pertemuan bersama sehingga menghasilkan keputusan yang mengikat kedua pihak.

Sebelumnya, Bupati Ayub Titu Eki menegaskan bahwa pada prinsipnya Pemkab Kupang siap membantu Pemkot Kupang dalam upaya meningkatkan pelayanan air bersih di Kota Kupang. Kerjasama kedua daerah harus dilakukan secara tertulis dan memiliki kekuatan hukum, sehingga tidak menyisakan persoalan di kemudian hari.

Dirut PDAM Tirta Lontar Johanis Oettemoesoe mengatakan bahwa kerja sama tersebut merupakan tanggung jawab Dewan Pengawas PDAM Tirta Lontar yang diketuai Sekda Hendrik Paut. (lnc/yes/D-1)