Pemkot Kupang Tidak Bisa Membubarkan Warga di Tempat Keramaian

berbagi di:
img-20200706-wa0041

 

 

 

 

Yapi Manuleus

Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur tidak bisa lagi membubarkan warga yang sering berkumpul di tempat keramaian di Kota Kupang seperti di Taman Tirosa.

Hal tersebut dikatakan Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang Daniel Zacharias saat dikonfirmasi VN, Senin (6/7).

Dia mengatakan saat ini, pihaknya hanya diperintah untuk sebatas mengimbau, namun tidak bisa lagi membubarkan warga.

“Kami setiap malam pantau hanya materinya beda, materinya adalah kita imbau untuk laksanakan protokol kesehatan. Arahan Pak Wali dan Pak Wakil kita tidak bisa membubarkan lagi,” katanya.

Namun, ia mengaku setiap pukul 20.00 Wita, Sat Pol PP Kota Kupang tetap rutin memantau dan mengimbau warga yang berkumpul.

“Kita rutin imbau mereka untuk jaga kebersihan dan pohon-pohon dan fasilitas lain yang ada di situ harus mereka jaga,” ujarnya.

Pihaknya mengatakan Selasa (7/7) besok Pemkot Kupang akan melaksanakan rapat teknis terkait new normal dan pihaknya siap menjalankan keputusan rapat sesuai tupoksi.

“Detailnya besok nanti kita akan sampaikan lagi apa yang menjadi acuan di lapangan, tetapi selama ini kan kami tetap di lapangan hanya ketika kami balik belakang itu mereka sudah kembali lagi dan ini saya sudah laporkan ke Pak Wali,” jelasnya.

Sebelumnya Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penaganan Covid-19 Kota Kupang Ernest Ludji yang sempat dikonfirmasi VN, Rabu (1/7) mengenai hal tersebut mengaku perekonomian di Kota Kupang harus tetap berjalan kembali, namun dengan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Kemarin itu kami katakan bahwa masyarakat ini jangan terkesan seperti baru terlepas dari satu ikatan, bahwa kita sekarang ini bukan back to normal tetapi New Normal, jadi kita sekarang hidup dengan mormal yang baru bukan kembali ke kehidupan yang normal seperti yang kemarin,” kata Ernest.

Pihaknya menganjurkan agar masyarakat bisa menjadi polisi dan dokter untuk dirinya sendiri.

“Sampai kapan kita ini harus seperti anak-anak yang harus dikomandoi terus, sampai kapan kita harus seperti anak-anak diawasi terus. Sementara kita ini hidup di kota, tentunya berbeda dengan daerah lain,” ujarnya.

Ia mengatakan masyarakat harus punya kewaspadaan yang tinggi karena bukan saja Covid-19 yang harus diwaspadai namun ada juga penyakit lain yang perlu diwaspadai dengan baik. (bev/ol)