Pemkot Mulai Tata Lahan Bekas Teluk Kupang

berbagi di:
foto-hal-08-metro-batu-pertama-101019

Peletakan batu pertama pembangunana Bioskop Gerimis Bubar. Foto: Stef Kosat/VN

 

 

Stef Kosat

Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang mulai melakukan penataan lahan eks restoran Teluk Kupang (Teku) yang terletak di Jalan Timor Raya, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Nusa Tenggara Timur.

Lahan tersebut akan dibangun semi bioskop terbuka untuk menampung seluruh seniman, komunitas dan budayawan untuk mempertunjukkan segala jenis tarian, ataupun film yang diangkat dari kearifan lokal.

Penataan lahan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Bioskop Gerimis Bubar (Misbar). Kegiatan tersebut dihadiri Deputi 3 Bidang Infastruktur Badan Ekonomi Kreatif Hari Sungkari pada Rabu (9/10).

Wali Kota Jefri, mengatakan, Misbar itu akan dibangun mulai Kamis 10 Oktober dan akan selesai pada Desember 2020. Bioskop itu, akan dibangun menggunakan anggaran sebesar Rp3 miliar yang bersumber dari anggaran Badan Ekonomi Kreatif Pusat (Bekraf). Pemkot Kupang tidak akan keluarkan apa-apa untuk membangun misbar itu karena semua anggaran dari pemerintah pusat.

Mantan anggota DPR RI, menambahkan, Bekraf datang ke Kota Kupang untuk membantu dan memberi harapan bagi masyarakat khususnya para seniman. Ini momentum besar dimana Bekraf, tidak henti-hentinya memberikan dukungan kepada kota ini dengan memberi anggaran besar untuk membangun gedung seni, sehingga semua kebudayaan lokal Kota Kupang dapat dilestarikan dan ditampilkan di Misbar ini.

Selain gedung Misbar, Bekraf juga banyak membantu masyarakat di Kelurahan Penkase-Oeleta dalam mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat yakni tenunan, tarian, dan kesenian lainnya dibantu sepenuhnya oleh Bekraf. Program yang diberikan Bekraf untuk masyarakat Penkase adalah Indobesia Kolaborator kreatif Nusantara (ICON) yang mana membantu mendesain rumah dan tempat tenun masyarakat Kelurahan Penkase.

Sebelum dibantu Bekraf, hasil kreasi tenunan masyarakat Penkase sangat murah, tetapi setelah dibantu harga kain tenun masyarakat Kelurahan Penkase menjadi mahal karena ada sentuhan estetisnya. Untuk diketahui hasil kain tenunan masyarakat Penkase yang dipamerkan di Solo itu dihargai Rp2 juta.

Deputi 3 Bidang Infastruktur Bekreaf Hari Sungkari, mengatakan, DPR RI baru mensahkan RUU ekonomi kreatif. Sebab di dalam RUU Ekonomi Kreatif disebutkan bahwa ekonomi kreatif itu adalah proses nilai tambah dari manusia yang di dalamnya ada budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Jadi tarian-tarian yang ditampilkan tadi dalam menyambut tim Bekraf, sangat kami apresiasi dan Bekraf memiliki tugas sekarang untuk memperkenalkan tarian NTT di seluruh nusantara ini. Bekraf bertugas menyebarkan hal-hal positif dari seluruh Indonesia baik itu kostum, tarian, dan budaya,” kata Hari.

Menurut Hari, sekarang banyak masyarakat Indonesia memakai motif-motif tenunan dari NTT, sehingga Bekraf berkomitmen untuk mengajar masyarakat terkait berbagai kreatifitas sebagai nilai tambah atas produk-produk lokal.

“Jadi Misbar yang akan dibangun Bekraf di eks Teluk Kupang adalah semi bioskop yang serbaguna. Yang mana Misbar fungsinya adalah, untuk menonton film, menampilkan berbagai tarian daerah di NTT yang menampilkan kearifan lokal. Selain itu, Misbar ini juga harus berfungsi sebagai ruang diskusi untuk mengkritisi berbagai seni sebelum ditampilkan atau dijual ke seluruh nusantara mapun luar negeri,” kata hari. (mg-01/R-2)