Pemotongan Hewan Di RPH Oeba Sesuai Standar ASUH

berbagi di:
ilustrasi sapi

 
Leksi Salukh

Proses pemotongan hewan di Rumah Potong Hewan (RPH) Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur hingga kini masih berjalan sesuai standar Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian Kota Kupang drh. Hembang Murni Pancasilawati kepada Sekreatris Komisi II DPRD Kota Kupang, Amirudin La Oda bersama rombongan yang melakukan Kunjungan di Dinas Pertanian, Rabu (4/10).

Rombongan Komisi II dipimpin Ketua Melkianus Asanab, Sekretaris Amirudin La Oda, anggota Jemari Yoseph Dogon, Melakianus Balle, Jeanly Ndaumanu, Agnes Bota Hayon dan Roby Kan, Rab(4/10). Rombongan diterima Kepala Bidang Veteriner, Dinas Pertanian Kota Kupang, Robert Laisina dan Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian Kota Kupang, drh. Hembang Murni Pancasilawati.

Ia mengaku setiap 30-40 ekor sapidipotong di RPH Oeba. Sebelum dipotong, hewan akan diperiksa oleh dokter hewan.

Tiga orang petugas potong juga disiapkan. Selain memiliki ketrampilan memotong.

“Standar halal terpenuhi, karena merupakan anggota muslim,” katanya.

Ia membantah informasi yang berkembang bahwa hewan yang dipotong di RPH Oeba tidak halal.

“Hewan yang disembeli tidak semua dari Kota Kupang, melalinkan dari luar Kota Kupang. Data di kertas jumlah ternak sapi di Kota Kupang mencapai 5.800 ekor. Data tersebut menurut dia, bisa lebih, karena masyarakat pemilik ternak tak melaporkan semua. Masyarakat biasanya tak jujur menyampaikan informasi pada saat dilakukan pendataan,” katanya.