Pemprov dan Dewan Harus Kerja Luar Biasa

berbagi di:
Dua delegasi Pemprov NTT yaitu Wagub Josef Nae Soi (tengah) dan Prof Daniel Kameo (dua dari kiri) foto bersama para pebisnis asal Indonesia. (INZET) Wagub JNS saat memaparkan potensi NTT.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (kiri) menerima Berita Acara Persetujuan bersama APBD-P TA 2018 dalam rapat paripurna XIII masa persidangan III DPRD NTT, Jumat (28/9) malam. Foto: Nahor Fatbanu/VN

 
Polce Siga

Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan DPRD NTT harus bekerja sama dengan semangat yang luar biasa untuk mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat NTT. Pemerintah dan Dewan harus bekerja sama dan saling mendukung dalam penyerapan anggaran.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan hal ini dalam sambutannya usai penandatangan persetujuan bersama APBD-P TA 2018 dalam rapat paripurna XIII masa persidangan III DPRD NTT, Jumat (28/9) tadi malam.

“Agar semua semua bisa terwujud kita harus kerja dengan luar biasa dengan semangat yang sama menghantar rakyat NTT menuju kesejahteraan. Saya harapkan kerja sama legislatif dan eksekutif dalam semangat juang membangun ini terus kita pelihara dan tingkatkan,” tegas Gubernur VBL.

Sidang paripurna ini dipimpin Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno didampingi wakil ketua Alexander Take Ofong yang dihadiri Sekda Benediktus Polo Maing dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Namun, kehadiran pimpinan OPD tidak seperti awal-awal sidang yang begitu banyak.

“Pemerintah mengharapkan dukungan pengawasan Dewan yang terhormat terhadap pelaksanaan APBD-P TA 2018 ini agar terlaksana dengan baik dan tepat waktu,” ujarnya.

Ia mengatakan, pembahasan APBD-P TA 2018 secara bersama-sama menandakan bangkitnya komitmen bersama untuk membangun NTT. Komitmen ini, lanjut Gubernur VBL, untuk memberi diri kepada masyarakat dan daerah.

“Saya melihat anggota Dewan yang terhormat dan eksekutif memberi diri mengevaluasi kinerja pemerintah secara transparan sambil meramu langkah percepatan untuk NTT bangkit menuju sejahtera,” ujarnya.

Dia mengapresiasi komitmen dan kesungguhan hati seluruh anggota Dewan dalam mengkritisi dan merumuskan berbagai rekomendasi dalam rangka penyempurnaan APBD-P TA 2018. Menurutnya, dengan kesungguhan ini memicu optimisme pemerintah bahwa dengan dukungan DPRD dengan alur dan dialog kemitraan yang harmonis dan transparansi.

“Dengan dukungan rakyat NTT yang terkristalisasi melalui lembaga DPRD NTT yang kita cintai, kesejahteraan rakyatnya bisa kita wujudkan, infrastrukturnya kita bangun, pariwisata kita kembangkan secara sistematis dan masif, pengembangan SDM, dan reformasi birokrasi terus kita dorong,” kata Gubernur VBL.

Ia juga memberikan apresiasi terkait masukan dan pandangan dari fraksi-fraksi terkait optimalisasi potensi garam, daging, kelor dan pariwisata, serta transparansi pengelolaan dana desa dan dana BOS. Selain itu, penyesuaian dokumen RPJMD 2018-2023 termasuk audit dan peningkatan kinerja PT Bank NTT, PT Flobamora, PT Jamkrida, BLUD SPAM, Ranperda Kawasan Industri Bolok menjadi PT Kawasan Industri Bolok.

Masukan fraksi lainnya seperti percepatan e-KTP menjelang pelaksanaan Pilpres dan Legislatif, revisi rencana tata ruang wilayah provinsi, pembentukan provinsi kepulauan, pembentukan sembilan daerah otonomi baru (DOB), serta reformasi birokrasi dan perampingan OPD untuk mendukung percepatan upaya pembangunan daerah.

“Pemerintah mengapresiasi semua masukan konstruktif tersebut dan akan menjadi perhatian pemerintah untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Ketua DPRD Provinsi NTT, Anwar Pua Geno mengatakan, sebelum ditetapkan menjadi Perda, Ranperda tentang APBD-P TA 2018, terlebih dahulu dievaluasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sesuai jadwal, lanjut Anwar, 1-4 Oktober 2018, Banggar akan mengikuti evaluasi raperda bersama TAPD NTT.

Seluruh fraksi di DPRD NTT juga menyatakan mendukung seluruh program yang akan dilakukan Pemprov NTT dalam empat bulan terakhir Tahun Anggaran 2018. (pol/R-4)