Pemprov dan FKLJK akan Gelar Expo UMKM

berbagi di:
img-20200910-wa0031

Sinta Tapobali

PEMERINTAH Provinsi NTT dalam hal ini Biro Ekonomi dan Kerja Sama, Biro Umum, Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja bekerja sama dan berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) NTT  bersama Bank NTT, Himbara, Otoritas Jasa Keuangan NTT, Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT serta Kanwil DJPB Provinsi NTT akan mengelar kegiatan Expo UMKM “Expo Kreatif Anak Negeri”

Expo UMKM yang akan diselenggarakan pada 16 dan 17 September 2020, di Millenium Ballroom Kupang ini, bertujuan untuk meningkatkan dan membangkitkan kembali perekonomian UMKM terdampak Covid-19 yang ada di NTT.

Kepala Biro Ekonomi dan Kerja Sama Setda Provinsi NTT, Lery Rupidara, dalam kesempatan Pers Conference Expo Kreatif Anak Negeri 2020 yang berlangsung di Subasuka Paradise, Kamis (10/9) siang mengatakan, Expo UMKM ini akan menampilkan produk-produk UMKM yang menjadi unggulan NTT yang memerlukan pengembangan.

Produk-produk unggulan tersebut, antara lain jagung dengan fokus pengembangan pada industri tepung jagung dan pakan ternak. Kopi dengan fokus pengembangan pada kopi bubuk dan kopi instan, Kakao dengam fokus pada pengembangan pasta kakao, lemak kakao, makanan dan minuman kakao. Produk Mete dengam fokus pemgembangana pada mete organik dan pakan ternak.

Produk Kelapa dengan fokus pengembangan pada Virgin Coconut Oil, Briket arang, pakan ternak dan industri kerajinan. Daging dengan fokus pada industri dendeng, daging kaleng, daging giling dan bakso. Ikan dengan fokus pengembangan utama pada industri tepung ikan, industri sei ikan dan industri pakan ternak.

Rumput laut dengan fokus pengembangan pada karagenan dan industri pakan ternak. Garam dengan fokus pada garam industri dan farmasi, Kelor fokus pada tepung kelor, industri makan dan minuman dari kelor. Tenun Ikat dengan fokus pada industri fashion dan souvenir, usaha-usaha terkait sektor pariwisata, budidaya padi sawah, pisang.

Kepala Dinas Kopnakertrans Provinsi NTT, Silvya Peku Djawang dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa, Expo ini merupakan kolaborasi dan kerja sama antara Pemerintah dengan lembaga jasa keuangan guna meningkatkan, membangkitkan dan menggairahkan kembali sektor UMKM di NTT.

Expo UMKM ini sebagai langkah awal untuk percepatan dan pemulihan ekonomi di NTT. Menurutnya, UMKM terbukti sebagai lokomotif pergerakan ekonomi nasional dan pelaku usaha di NTT 99% adalah UMKM atau sejumlan 105.180 unit.

“Ini adalah kekuatan besar dalam arti kualitas dan kuantitas jika dikembangkan dengan baik,” ungkapnya.

Ia berharap dengan adanya Expo UMKM ini, berbagai persoalan yang menjadi kendala UMKM dapat terjembatani dan terselesaikan dengan baik.

Plt. Direktur Utama Bank NTT, Hary Alexander Riwu Kaho sebagai Ketua Pelaksana menambahkan bahwa dalam Expo UMKM ini, juga akan dilaksanakan Business Macthing dan Business Coaching serta pameran produk-produk yang terdaftar dalam e-katalog seperti produk bahan dasar tenun berupa tas, ikat pinggang, kalung, cincin, sendal, topi, pakaian, masker dan selendang. Produk dasar rimpang seperti istans Seduhan rimpang, kunyit putih dan gula instans jahe. Produk dasar daun lontar seperti topi dan tas, produk dasar kelor seperti tej celup kelor, biji kelor, produk dasar pisang dan produk dasar ikan seperti anon dan stick tulang ikan.

Lanjutnya Expo UMKM ini hanya melibatkan Kota Kupang dan Kabupaten Kupang dan diharapkan setelah Expo ini dilakukan, ke depannya expo serupa juga akan dilakukan di Kabupaten-kabupaten lainnya.

Ia tentu berharap dengan dilakukannya Expo UMKM ini, maka dapat mengangkat dan meningkatkan kembali motivasi para pelaku usaha UMKM agar tetap berproduksi meski di tengah pandemi Covid-19 19.  (Yan/ol)