Pemprov harus Siap Bayar Pinjaman dari SMI Rp189 Miliar

berbagi di:
vbl

NASKAH KERJA SAMA: Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (kanan) menunjukkan naskah kerjasama pinjaman daerah dengan PT SIM usai membubuhkan tanda tangannya, kemarin. Foto: Nahor Fatbanu/vn.

 

Rafael L Pura

DIREKTUR Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah Kemendagri Adrian Noervianto meminta kepada Pemprov NTT untuk menyediakan uang guna melunasi pinjaman, baik bunga, pokok maupun biaya lainnya sesuai perjanjian.

Dia juga berharap agar dana itu dimanfaatkan dengan prinsip kehati-hatian, keterbukaan agar pembangunan berjalan lancar, efektif dan efisien dan bermanfaat bagi rakyat.

Direktur PT SIM Edwin Syahruzad mengapresiasi Pemprov NTT. Sesuai pengajuan, dana akan digunakan untuk membiayai 16 ruas jalan yang mencapai 189 kilometer. Ruas jalan yang dibangun itu merupakan jalan provinsi.

“Untuk mendukung pembangunannya, khususnya pada pariwisata NTT, agar dapat meningkatkan kesejahteraan publik, maka kerja sama ini dilakukan,” katanya.

Sedangkan Dirjen Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan, Astera Primanto Bhakti mengapresiasi Pemprov NTT dengan berbagai upaya dan inovasi mengajukan pinjaman untuk membangun daerah. Untuk membangun daerah, perlu kereasi dan inovasi. Pemprov NTT sendiri merupakan provinsi keempat yang mengajukan pinjaman daerah itu.

Ia berharap, pinjaman yang telah disepakati itu dipergunakan secepatnya untuk pembangunan jalan secara efektif dan efisien, sehingga berimbas pada pertumbuhan ekonomi.

Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri, lanjutnya, terus mendorong setiap daerah agar dilakukan percepatan-percepatan pembangunan. Pihaknya terbuka menerima pengajuan-pengajuan pinjaman daerah untuk pembangunan yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.

 

Teken Rp189M
Sementara itu, Pemprov NTT bersama Manajemen PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menandatangani naskah perjanjian pinjaman daerah senilai Rp189 miliar untuk membiayai pembangunan infrastruktur jalan di NTT. Penandatanganan pinjaman daerah itu dilakukan secara virtual di ruang rapat Gubernur NTT, Rabu (5/8).

Pinjaman dana sebesar itu untuk membiayai proyek peningkatan jalan provinsi sepanjang 189 kilometer, yang tersebar di sejumlah daerah di NTT.

Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengapresiasi tahapan penandatanganan pinjaman daerah tersebut, setelah melalui berbagai proses dan sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. Pinjaman tersebut, kata dia, sangat membantu percepatan pembangunan infarstruktur di NTT.

Dikatakannya, keberhasilan kerja sama itu sebagai pembelajaran ke depan bahwa untuk mempercepat pembangunan infrastruktur daerah pemerintah wajib melakukan berbagai upaya dan inovasi, dan tidak hanya bergantung sepenuhnya pada dana transfer dari pusat.

Kondisi infrastruktur di NTT memprihatinkan, yang menyebabkan NTT terttingal di berbagai bidang dan menjadi provinsi termiskin ketiga di Indonesia. Kalau infrastruktur buruk, kata dia, maka sektor lainnya tidak bergerak.

VBL mengatakan, infrastruktur yang baik, akan menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Infrastruktur menjadi rantai utama dalam menyanggah rantai-rantai atau sektor lainnya.

“Jika infrastrukturnya baik, seluruh pariwisata berkembang dan ekonomi akan tumbuh. Pertumbuhan ekonomi tentu sangat bergantung pada perkembangan pariwisata ini. Namun apabila infrastrukturnya buruk, tentu semua ini tidak akan berjalan dengan baik,” sebut VBL. (R-4/yan/ol)