Pemprov kembali Buka Kesempatan Magang ke Australia

berbagi di:
Plt Dinnakertrans NTT Sisilia Sona

 

 

Jumal Hauteas

Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopnakertrans) kembali membuka kesempatan kepada pemuda/i NTT mengikuti program pelatihan dan magang di Universitas Griffith Australia.

Kepala Dinas Kopnakertrans NTT, Sisilia Sona kepada VN, Senin (13/5) menjelaskan peserta tahap pertama yang mendaftar sudha diselesksi. Ada 23 orang yang telah mengikuti wawancara pada Sabtu (11/5) lalu. Masih dibutuhkan 27 orang lagi untuk memenuhi kuota 50 orang untuk dipersiapkan dan akan diberangkatkan ke Australia.

“Saat ini peserta masih kurang sehingga kami sudah buka lagi pendaftaran tahap kedua untuk memenuhi kuota 50 orang yang ditargetkan sebagai kelompok pertama yang mau kita bimbing dan ikutkan magang ke Australia,” jelasnya.

Anggota tim seleksi dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Phillipe de Rosari, P.Hd, kepada VN secara terpisah, juga mengatakan hal yang sama.

Phillipe menjelaskan, dalam Program Vokasi Pariwisata ini, Pemprov menggandeng Undana dan Universitas Griffith Australia. Pada pembukaan awal, 50 orang pemuda-pemudi NTT mendaftar untuk mengikuti program tersebut. Dalam perkembangan, hanya sebagian yang melengkapi berkas pendaftarannya untuk mengikuti seleksi lanjutan.

“Yang mendaftar tahap pertama itu sebanyak 51 orang, kemudian 27 orang yang melengkapi berkas pendaftarannya. Karena semua proses pendaftarannya online, sehingga semua anak NTT yang memenuhi syarat bisa mendaftar. Kemudian setelah dilakukan seleksi administrasi ada 25 orang yang dinyatakan lolos untuk mengikuti tahap wawancara,” jelasnya.

Selanjutnya dalam tahapan wawancara yang dilakukan di kantor LPSA Diskopnakertrans Provinsi NTT, Sabtu (11/5) lalu, menurut Phillipe ada dua orang yang tidak ikut wawancara dengan alasan satunya tidak mendapatkan tiket penyeberangan laut ke Kupang, dan satunya mengundurkan diri, sehingga hanya 23 orang yang mengikuti tahapan wawancara.

“Jadi ini jelas belum memenuhi kuota pemberangkatan pertama, jadi Diskopnakertrans sudah membuka pendaftaran tahap dua untuk bisa memenuhi kuota 50 orang,” jelasnya.

Mengenai syarat-syarat pendaftaran, Phillipe menjelaskan semua persyaratan dapat diakses para pemuda-pemudi NTT melalui website yang disediakan panitia yakni www.ntttouhos.undana.ac.id untuk mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan sebelum mendaftarkan diri, sehingga setelah mendaftar bisa segera melengkapi berkasnya.

“Intinya dia harus anak NTT yang dibuktikan dengan KTP, berusia 18 tahun sampai 25 tahun, memiliki ketertarikan pada sektor pariwisata, dan siap mengikuti program ini yang akan berlangsung selama enam bulan,” jelasnya.

Syarat lainnya adalah calon peserta wajib melampirkan sejumlah surat persetujuan dari orangtua bagi yang belum menikah, surat persetujuan dari suami/istri bagi yang sudah menikah, dan surat persetujuan dari pimpinan bagi yang sudah bekerja namun masih tetap mau ikut dalam program ini. (mg-02/R-4)