Pemprov NTT apresiasi pelatihan Vokasi BP Jamsostek NTT

berbagi di:
Dok. BP Jamsostek NTT

(Dok.BP Jamsostek NTT)

 

PROGRAM Vokasi Asik berupa pelatihan kerja secara gratis diselenggarakan
BPJAMSOSTEK untuk para korban PHK atau sedang tidak bekerja karena Pandemi
Covid – 19 guna meningkatkan keterampilan dan menjadi modal bagi mereka untuk kembali bekerja.

Kepala BP Jamsostek NTT Armada Kaban, mengatakan program ini merupakan
cara untuk meningkatkan kesejahteraan peserta, meningkatkan kualitas,
keterampilan dan kompetensi peserta, serta meningkatkan peluang kerja dan
peluang membuka usaha secara mandiri serta persiapan untuk kembali bekerja.

Dalam kesempatan yang sama Valeria irene Naben selaku Pps. Kabid Pelayanan
menjelaskan sebanyak 2 jenis pelatihan yang telah berjalan yaitu Pelatihan Kejuruan Kue dan Roti dan Kejuruan Sayur Hidroponik dan Pengolahan Hasil Pertaninan ungkapnya, Selasa (28/7).

Dua (2) Pelatihan tersebut dilakukan secara Luar Jaringan (Luring) mengingat banyaknya masyarakat Nusa Tenggara Timur Khususnya Kupang, ingin mengenal pembuatan Kue dan Roti.

Plt Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Provinsi NTT yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Koperasi, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi NTT Untung Sudrajat mengungkapkan, kegiatan Vokasi BP Jamsostek sangatlah membantu bagi para pekerja yang mengalami PHK, atau sedang tidak bekerja karena wabah dari Pandemi Covid-19.

“Terima kasih kepada BP Jamsostek NTT yang telah membantu pemerintah dalam
meningkatkan keterampilan bagi pekerja dan dukungan untuk menjadi pekerja yang mandiri. Selain itu, pelatihan ini merupakan salah satu upaya mengatasi pengangguran,” jelasnya.

“Saya sangat mengapresiasi BP Jamsostek Kantor Cabang Nusa Tenggara Timur
sebagai pelopor program vokasi dan membantu pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat. Saya harap kerjasama ini dapat berkelanjutan untuk kedepannya.

Sementara itu, Armada Kaban Kepala BP Jamsostek NTT menyampaikan,
mengikuti vokasi ini, selain mendapat keterampilan pelatihan ini bisa juga untuk mengembangkannya untuk membuka usaha sendiri.

“Harapan kami program ini bisa berkelanjutan dalam pelaksanaannya. Yang jelas, dengan program ini kami ingin memberikan sumbangsih kepada pemerintah daerah dalam menyejahterakan warganya. Jika mereka sudah bekerja, maka akan ada penghasilannya,” tutupnya. (*/ol)