Pemprov NTT Minta Satu Rumah Tanam 5 Pohon Kelor

berbagi di:
img-20200213-wa0001

 

 

Putra Bali Mula

Pemerintah Provinsi NTT meminta masyarakat untuk menanam 5 pohon per rumah tangga guna menyukseskan program kelor atau marungga.

Hal ini disampaikan Gubernur NTT melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Politik dan Pemerintahan, Samuel Pakereng dan Kepala Dinas Pertanian NTT, Yohanis Oktovianus, Rabu (12/2), di Swiss-Bellin Hotel.

Penyampaian ini dilakukan saat pembukaan rapat koordinasi dan sinkronisasi pembangunan pertanian dan ketahanan pangan yang dihadiri oleh Dinas Pertanian seluruh kabupaten kota di NTT, pihak Dewan Jagung Nasional, dan para perwakilan direktorat Kementerian Pertanian.

Samuel Pakereng yang saat itu meneruskan sambutan Gubernur NTT menyampaikan mengenai target yang perlu dicapai lewat program kelor atau Gerakan Tanam Kelor (Gertak).

Ia menyebut Gertak mempunyai target pengembangan sampai dengan tahun 2023 mencapai 50 juta pohon kelor, dengan target produksi 8 ribu ton daun kering, target areal kebun 5 ribu hektar di 22 kabupaten kota di NTT dan ekspor ke beberapa negara.

Guna mewujudkan target tersebut, lanjut Samuel yang membacakan sambutan Gubernur NTT, maka setiap rumah tangga perlu menanam minimal 5 pohon kelor.

“Untuk pencapaian tersebut maka sebagai Gubernur saya meminta agar setiap rumah tangga minimal 5 tanaman marungga atau kelor untuk mencukupi kebutuhan keluarga, menciptakan perkebunan marungga skala besar sampai dengan industri pengelola,” kata dia.

Menurutnya, tujuan dari gerakan tersebut karena Pemerintah Provinsi melalui APBD masih mengalami keterbatasan. Oleh karena itu, Gubernur NTT berharap adanya sinergi antar semua lembaga maupun stakeholder guna menyukseskan gerakan ini.

“Namun dalam pelaksanaannya dukungan dana APBD Provinsi memiliki keterbatasan. Oleh karena itu saya minta dukungan dari seluruh kabupaten dan stakeholder untuk bersinergi bagi keberhasilan pengembangan marungga dan kesejahteraan petani,” lanjut Samuel.

Sebelumnya, Samuel mengaku mendapat kewenangan untuk membuka kegiatan tersebut dikarenakan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT berhalangan hadir.

“Sebenarnya Pak Asisten I juga tadi gantikan Pak Wagub tapi karena di menit-menit akhir tadi tiba-tiba ada urusan mendadak jadi saya diminta,” kata dia.

Ia juga menyampaikan bahwa Gubernur NTT meminta koordinasi dan kerjasama dari pemerintah kabupaten dan semua pihak untuk menyukseskan program kelor saat ini.

Sementara Kepala Dinas Pertanian NTT, Yohanes Oktovianus saat menyampaikan laporan panitia menyebut Dinas Pertanian NTT akan mendukung gerakan tanam 5 pohon kelor per rumah tangga.

“Upaya yang dilakukan melalui penyuluhan yaitu menanam 5 pohon untuk setiap rumah tangga,” ungkapnya.

Ia menyebut hal ini nantinya akan melibatkan seluruh lembaga masyarakat untuk mensosialisasikan program kelor kepada masyarakat.

“Kemarin Bapak Gubernur menyampaikan kepada Kabupaten Malaka dan Belu bahwa setiap rumah tangga wajib memiliki minimal 5 tanaman kelor. Ini akan diumumkan untuk seluruh kabupaten di provinsi NTT,” kata dia

Sementara itu nantinya akan dilakukan pula pembangunan kebun kelor skala bisnis sampai dengan pengolahan hasilnya. Selanjutnya dilakukan membangun investasi usaha kelor pola intiplasma.

“Pola ini kita baru mulai dan beberapa investor bersedia menjadi intinya” kata dia.

Sementara capaian selama 2019 berdasarkan laporan yang masuk ke pihaknya saat ini, lanjutnya, telah dilakukan penanaman sebanyak 3.675.938 pohon kelor. (bev/ol)