Pemprov-Pemkot Bentuk Tim Tegakkan Disiplin Prokes

berbagi di:
foto-hal-01-sekda-ntt-ben-polo-maing

 

 

 

Kekson Salukh

Meningkatnya kasus positif Covid-19 di Kota Kupang “memaksa” Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT untuk turun tangan Rabu, (27/1) kemarin, Pemprov bersama Pemerintah Kota Kupang sudah membentuk tim untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan (prokes).

Sekda NTT Benediktus Polo Maing mengatakan itu dalam jumpa pers, Rabu (27/1) petang.

“Tadi bersama Pemkot kami sudah bentuk dua tim besar. Yang pertama, tim penegakan disiplin protokol Covid-19 di Kota Kupang. Strukturnya telah dibentuk dipimpin Kasat Pol PP NTT bekerjasama dengan TNI- Polri. Tim ini strukturnya sampai RT yang melibatkan lurah dan camat. Tim kedua adalah tim tracing, screening, dan isolasi mandiri yang dipimpin dokter Domi Mere,” ujarnya.

Dua tim itu memiliki target untuk melakukan tracing terhadap 10 ribu orang yang kontak erat dengan pasien Covid-19. Logistik telah disiapkan, rapid antigen juga telah disiapkan.

“Dari hasil itu akan dipilah yang positif dengan kategori ringan, dan berat. Yang berat ditangani rumah sakit dan yang ringan akan isolasi terpusat. Di kota akan sediakan 100 bed dan provinsi back up 50 bed. Tim Satgas yang tentukan pasien mana yang dirawat di rumah sakit dan mana yang isolasi di rumah,” jelasnya.

Ia berharap upaya ini mampu menekan laju penularan Covid-19 di NTT, khususnya di Kota Kupang.

Terpisah, Sekda Kota Kupang Fahrensy Priestley Funay berterima kasih kepada Pemprov yang memberikan perhatian khusus terhadap penanganan covid 19 di Kota Kupang.

Ia menyebut kesadaran warga yang masih rendah soal penerapan prokes. Dia juga mengaku dalam operasi penertiban yang dilakukannya, ada warga yang bahkan protes dan mengajak berdebat.(mg-10/tia)